Breaking News:

INSPIRING BEAUTY

Kezia : Harus Berani dan Cepat

Orang hebat itu hanya lebih sedikit berani dan lebih cepat saja dari kita. Kalimat motivasi singkat itu yang dijadikan acuan Kezia.

Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Agus Wahyu
TRIBUN JOGJA/BAYU RUSBIYANTO
Kezia 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Orang hebat itu hanya lebih sedikit berani dan lebih cepat saja dari kita. Kalimat motivasi singkat itu yang dijadikan acuan Kezia.

Kezia sangat antusias menceritakan perjalanan kariernya di dunia audio hingga kini berpredikat sebagai produser musik dan pengajar audio. Ia merasa harus terus lebih cepat dan berani dalam melakukan sesuatu hal, agar hasil yang ia peroleh bisa sebaik yang ia harapkan.

Benar saja, sejak tiga tahun lalu, ia memutuskan hijrah ke Yogyakarta. Kezia memang tak mau melewatkan waktu tanpa belajar dan belajar.

Motivasi kuatnya saat pertama menginjakkan kaki di Yogyakarta adalah untuk belajar dunia audio. Mengapa Kezia tertarik dengan dunia audio ?

Semua ini berawal saat ia mendapatkan kepercayaan mewakili sekolahnya dalam sebuah ajang seni dan budaya dan berhasil mewakili daerahnya di Palu untuk ke Jakarta. "Waktu itu aku hanya melihat semua pertunjukkan yang aku ikuti ini memiliki tata audio yang bagus sehingga bisa menjadi sebuah pertunjukkan yang keren. Dari situ aku ketemu Mas Fahmi Jogja Audio School dan munculah niatku belajar audio ke Yogyakarta," ungkap dara bernama lengkap Kezia Caroline Tumbol.

Memutuskan hijrah dari Palu ke Yogyakarta bukan perkara mudah. Orang tua Kezia sempat tak memberi izin, lantaran masih berat hati melepas anak sulung enam bersaudara ini. Namun, Kezia berhasil meyakinkan kedua orang tuanya bahwa ia akan benar-benar fokus belajar audio selama di Yogyakarta.

Kezia pun memaklumi mengapa kedua orang tuanya sempat keberatan melepas Kezia merantau jauh ke Yogyakarta. Semua itu juga tak lepas dari apa yang baru saja dialami keluarga besarnya di Palu.

Waktu itu setahun sebelum merantau ke Yogya, Palu diguncang gempa hebat dan Kezia sempat pingsan dan hilang sesaat sebelum diselematkan warga. "Mungkin orang tua masih trauma ya, waktu terjadi gempa hebat itu aku sempat hilang dicari cari orang tua. Bersyukur semua selamat, meski banyak temanku yang menjadi korban," ungkap Kezia saat berbincang dengan Tribun Jogja di Kancane Coffee & Tea Bar, Jalan Watugede Wonorejo Sariharjo, Ngaglik Sleman.

Berkat kesungguhannya belajar, Kezia mulai dibukakan pintu rezekinya di dunia audio. Pertamakali mengikuti lomba jingle, Kezia langsung menyabet juara pertama dan berhak mendapatkan hadiah uang tunai yang besar.

Sebagian hadiah tersebut kemudian ia belikan smartphone untuk sang ibu. Kezia menyadari, apa yang ia ingin buktikan sebagai tanggung jawab atas apa yang ia pilih bukan semata soal materi, namun lebih dari itu.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved