Otomotif

Honda Shadow Spirit 1100 Moge Jepang yang Sering Dikira Harley-Davidson

Honda Shadow Spirit 1100 Moge Jepang yang Sering Dikira Harley-Davidson

TRIBUNJOGJA.COM/ HANIF SURYO
Angga Catur (28) dan motor Honda Shadow Spirit 1100 miliknya. 

Sebelum memutuskan memboyong motor ini ke Klaten, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan Angga. Satu di antaranya yakni unit yang langka.

"Saya sebelumnya tidak tahu perihal Honda Shadow Spirit 1100 ini, tahunya Honda Shadow Ace 400 yang memang lebih banyak beredar di Indonesia. Setelah melihat katalog ternyata berbeda. Penasaran, saya kemudian mencari referensi soal motor ini, yang bahkan pemilik sebelumnya pun tidak banyak tahu," ujar Angga.

"Setelah dapat referensinya, diketahui motor ini tergolong langka. Lantas saya coba nego, dan kemudian deal," lanjutnya.

"Nah Honda Shadow Spirit 1100 ini versi cc gedenya, hampir mirip Harley-Davidson. Kalau moge kan yang mudah dicermati dari segi suara, dengan mendengarkan suara mesinnya saja pasti sudah langsung tahu. Bahkan mungkin bagi orang awam, Honda Shadow Spirit 1100 ini dikira Harley-Davidson,"

"Sebab ada pula motor copyan Harley-Davidson, namun cc-nya cuma 250 tapi dua silinder. Secara desain sangat mirip, tapi suaranya jauh berbeda," jelasnya.

Benar saja, ketika tombol starter ditekan, terdengar suara khas Honda yang dalam, irama lambat yang berasal dari mesin V-twin 45 derajat berpendingin cairan.

Berhenti Diproduksi Tahun 2007

Dilansir Tribun Jogja dari berbagai sumber, V-Twin Engine 1100 (VT1100) diperkenalkan oleh Honda pada tahun 1985, terus diproduksi hingga tahun 2007.

Semua model menggunakan mesin perpindahan 1099cc, mesin Honda VT1100 dengan perubahan mekanis minimal selama produksinya, masih menggunakan mesin karburator 5-percepatan.

Tapi jangan berpikir ini membuat motor kurang karena tidak memiliki 6 kecepatan atau injeksi bahan bakar. Ini memiliki banyak tenaga dan torsi yang menguasai jalan serta kelas menengah modern tersebut.

Dari segi gaya, VT1100 tidak banyak berubah sejak diperkenalkan pada 1980-an. Meskipun tidak ramping dan sarat dengan krom seperti banyak motor cruiser saat ini, ia masih bertahan di lautan cruiser modern.

Spatbor belakangnya yang terangkat, tangki bahan bakar ukuran penuh pada 4,2 galon (15,8987 liter), dan setang dengan pullback tinggi memberikan tampilan motor penjelajah yang keren.

Spesifikasi
Mesin
Jenis: 45 derajat V-twin
Pengaturan katup: SOHC, dua katup masuk, satu katup buang; dioperasikan oleh rocker, pengatur bulu mata katup hidrolik bebas perawatan
Perpindahan, bore x stroke: 1099cc, 87,5 x 91.4mm
Rasio kompresi: 8.0: 1
Karburasi: Kecepatan konstan Keihin, 36mm
Pelumasan: Basah basah, filter spin-on, 3,3 qt.
Transmisi: Basah, kopling multiplate, 5 Kecepatan
Penggerak akhir: Poros, 3.091: 1

Casis
Roda: Cast, depan 2,15 x 19, belakang 3,5 x 15
Ban depan: 110/90-19
Ban belakang: 170/80-15
Rem depan: kaliper 2-piston, 13,2-in. cakram
Rem belakang: Drum yang dioperasikan dengan batang
Suspensi depan: 6.3 in. travel
Suspensi belakang: 2 peredam, travel 3,9 inci, dapat disesuaikan untuk pramuat
Kapasitas bahan bakar: 4,2 gal
Lebar stang: 32 inci.
Setara inseam: 33,7 inci.
Instrumen: Speedometer, odometer, tripmeter dan lampu indikator untuk tekanan oli, dudukan samping, suhu, netral, lampu sein, dan lampu jauh

(Tribunjogja/Hanif Suryo)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved