Breaking News:

Kabupaten Kulon Progo

Ungkap Penyelundupan Anjing untuk Diperjualbelikan, Polres Kulon Progo Terima Penghargaan dari DMFI

Penghargaan tersebut diberikan atas prestasinya dalam mengungkap kasus penyelundupan puluhan anjing untuk diperjualbelikan pada Mei 2021 lalu. 

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Sri Cahyani Putri
Kapolres Kulon Progo, AKBP Muharomah Fajarini menerima penghargaan dari Direktur DMFI, Lola Webber di Aula Bhara Daksa Polres Kulon Progo, Jumat (17/9/2021). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kulon Progo menerima penghargaan dari Dog Meat Free Indonesia (DMFI), Jumat (17/9/2021).

Penghargaan tersebut diberikan atas prestasinya dalam mengungkap kasus penyelundupan puluhan anjing untuk diperjualbelikan pada Mei 2021 lalu. 

Direktur DMFI, Lola Webber mengatakan penghargaan patut diberikan bagi Polres Kulon Progo sebagai upaya menyadarkan masyarakat akan bahaya transmisi penyakit rabies melalui hewan anjing

"Apalagi daging anjing ini tidak layak dikonsumsi. Serta konsumsi daging anjing juga tidak ditoleransi di Indonesia," kata Lola saat ditemui usai penyerahan penghargaan di Aula Bhara Daksa Polres Kulon Progo, Jumat (17/9/2021). 

Baca juga: 67 Anjing Selundupan Dirawat di Shelter RRDC Sleman, Polres Kulon Progo Masih Lakukan Penyelidikan

Dengan demikian, ia berharap ke depannya perkara perdagangan anjing tidak terjadi lagi.

Selain itu, terhadap pelaku perdagangan anjing yang sudah diamankan oleh Polres Kulon Progo bisa mendapatkan hukuman yang setimpal karena berkaitan dengan kesehatan masyarakat di Indonesia. 

Sementara, Kapolres Kulon Progo, AKBP Muharomah Fajarini mengatakan penghargaan yang diberikan akan menjadi motivasi tersendiri bagi Polres Kulon Progo.

Sebab sesuai informasi yang disampaikan oleh DMFI, penanganan pidana penjualan daging anjing tanpa dilengkapi surat keterangan sehat baru pertama kali yakni di Kulon Progo

Apalagi hewan anjing hanya boleh dipelihara sementara dagingnya tidak layak dikonsumsi.

"Karena anjing ini layaknya hanya untuk dipelihara bukan dikonsumsi. Sehingga ke depannya akan dioptimalkan lagi khususnya dalam menyikapi perdagangan hewan khususnya anjing," kata Fajarini. 

Baca juga: Nasib Puluhan Anjing Dibungkus Karung Setelah Gagal Lewati Pos Penyekatan Kulon Progo

Dengan demikian, ia mengimbau ke depannya kepada komponen masyarakat apabila mengetahui adanya upaya perdagangan anjing bisa menginformasikan kepada pihak yang berwajib. 

Terlebih di DIY termasuk wilayah yang bebas dari penyakit rabies. 

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 78 ekor anjing diamankan oleh Polres Kulon Progo di pos pengamanan (pospam) Temon pada giat operasi ketupat progo 2021.

Puluhan ekor anjing yang tidak disertai surat keterangan hewan tersebut dibawa dari Garut yang kemudian akan diperjualbelikan ke Solo untuk diolah menjadi masakan. ( Tribunjogja.com

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved