Pendidikan

Kabupaten Bantul Akan Melakukan Uji Coba PTM pada 20 September 2021

Dalam uji coba PTM tersebut, sekolah menerapkan 50 persen dari kapasitas ruang kelas. Dan dalam seminggu hanya ada dua kali dilakukan PTM.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA/ Christi Mahatma Wardhani
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih 

Maka dari itu ia berharap ada kelonggaran yang diberikan untuk PTM di level PAUD dan SD.

Ia mengatakan, PTM mengacu pernyataan dari Mendikbudristek Nadiem bahwa bahwa syarat dalam pelaksanaan PTM ada dua yakni setiap sekolah sudah mengisi data periksa kesiapan (DPK) dan seluruh gurunya telah divaksin sebanyak dua kali.

"Pak Nadiem menyatakan bahwa syarat PTM yaitu DPK dan gurunya divaksin dua kali. Tapi di DIY kan berbeda, pelajar divaksin jadi salah satu ketentuan," terangnya.

Baca juga: Hampir Seluruh SD dan SMP di Bantul Siap Terapkan PTM

Sembari menunggu surat edaran (SE) dari Gubernur DIY perihal kapan PTM bisa segera dimulai.

Pihaknya juga membuat SE ke sekolah-sekolah untuk bisa mempersiapkan PTM.

Dalam kesempatan itu ia juga mengungkapkan harapannya agar PTM dapat segera terlaksana.

Pasalnya dampak PJJ yang sudah terlalu lama membuat siswa jenuh sehingga efektivitasnya menurun.

Kalau efektivitasnya menurun, kualitas pendidikan juga akan menurun.

Dampak lainnya ialah psikososial di mana kejenuhan dan kebosanan bisa menimbulkan permasalahan baru.

Permasalahan yang dimaksud ialah siswa bisa melampiaskan kebosanannya kepada hal-hal yang bersifat negatif.

"Itu yang kami khawatirkan kalau PTM tidak segera dilakukan," tambahnya.(  Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved