Breaking News:

Apa Kata Pakar Munculnya Varian Mu Covid-19 di Berbagai Negara

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mulai mewaspadai kemunculan varian Mu Covid-19.

Editor: Iwan Al Khasni
Vanessa JIMENEZ / AFP
Pekerja merawat pasien Covid-19 di unit perawatan intensif (ICU) di Bogota. Varian virus corona baru terdeteksi untuk pertama kalinya di Kolombia dan disebut "mu" menyebabkan gelombang pandemi paling mematikan di negara itu 

Tribunjogja.com JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mulai mewaspadai kemunculan varian Mu Covid-19.

Pemerintah pun memutuskan untuk memperkuat seluruh pintu masuk negara.

Upaya tersebut dilakukan dengan melengkapi dan memperkaya tahap proses karantina bagi mereka yang akan masuk ke Indonesia melalui jalur udara, darat dan laut.

Epidemiolog Universitas Airlangga (Unair), Dr dr Windhu Purnomo memaparkan, pada prinsipnya varian-varian dari Virus Corona (Covid-19) itu sangat mudah bermutasi.

Adapun, hingga saat ini Virus Corona sendiri telah bermutasi lebih dari ribuan kali.

Namun memang tidak semuanya menjadi varian yang berbahaya.

"Makannya virus corona, sangat mudah melakukan mutasi dan mutasinya itu sudah ribuan kali, bukan hanya sekarang-sekarang ini saja. Tapi kan tidak semuanya menjadi varian yang masuk ke dalam golongan Variant of Interest ataupun Variant of Concern," ujar Windhu saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (15/9/2021).

Sebagaimana diketahui, Variant of Concern (VOC) dan Variant of Interest adalah klasifikasi terhadap beberapa varian virus corona yang diberikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Windhu menjelaskan, saat ini varian Mu Covid-19 masih masuk ke dalam Varian of Interest.

Sebab karakteristiknya masih dianggap tidak lebih tinggi dari varian yang berasal datang dari Wuhan China.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved