5 Perempuan Hebat Ini Patahkan Standar Kecantikan dan Berani Jadi Diri Sendiri

Theresse Hansson, Evita Delmundo, Nyma Tang, TK Quann, dan Sophie Morgan menginspirasi perempuan berani jadi diri sendiri.

Penulis: Alifia Nuralita Rezqiana | Editor: APS
Instagram Evita Delmundo dan Nyma Tang
Evita Delmundo (kiri) dan Nyma Tang (kanan), perempuan hebat yang berhasil patahkan standar kecantikan. 

TRIBUNJOGJA.com – Standar kecantikan dunia terus mengalami perkembangan dari tahun ke tahun.

Dilansir National Geographic, Selasa (7/1/2020), standar kecantikan dunia banyak berubah sejak model asal Republik Sudan Selatan, Afrika Utara, Alek Wek muncul di sampul majalah Elle pada November 1997.

Kini, standar kecantikan telah memberikan ruang bagi perempuan dengan segala keunikannya. Baik itu perempuan berkulit gelap, perempuan bertubuh sangat kurus atau gemuk, perempuan berambut pendek atau botak, dan lain-lain.

Standar kecantikan dunia mulai memandang semua perempuan cantik dengan cara masing-masing. Semua orang diterima apa adanya dan berhak bahagia atas apa yang dimilikinya.

Meski telah berubah, nyatanya masih banyak perempuan yang menjadi korban bullying. Mereka dirundung karena dianggap tidak memiliki penampilan dengan standar kecantikan kebanyakan orang.

Baca juga: Alasan Kenapa Ada Wanita yang Tampak Makin Cantik Setelah Putus atau Bercerai

Hal itu terjadi lantaran sebagian masyarakat masih menganut standar kecantikan kuno, yakni ketika perempuan dianggap cantik hanya jika mereka memiliki kulit mulus berwarna putih, bertubuh langsing, dan berambut panjang.

Dirangkum Tribun Jogja dari Bright Side pada Minggu (17/2/2019), berikut lima contoh perempuan hebat yang berhasil mematahkan standar kecantikan di lingkungannya dan berani menjadi diri sendiri.

1.  Therese Hansson

Theresse Hansson adalah seorang perempuan yang kehilangan rambutnya sejak usia 14 tahun. Saat itu, ia didiagnosis menderita alopecia.

Melansir American Academy of Dermatology Association dan Aladokter pada Kamis (16/9/2021), alopecia areata merupakan kebotakan atau kerontokan rambut yang terjadi akibat sistem imun dalam tubuh menyerang dan merusak folikel rambut pada berbagai bagian tubuh.

Baca juga: Lirik Lagu Payung Teduh - Untuk Perempuan Yang Sedang Di Pelukan - Tak terasa gelap pun jatuh

Theresse Hansson menyembunyikan penyakitnya selama bertahun-tahun dengan cara memakai wig atau rambut palsu.

Namun, kini dia sudah berani menerima kondisinya, bahkan menjadi model yang menginspirasi ribuan orang yang menderita penyakit sama.

2. Evita Delmundo

Evita Delmundo adalah gadis asal Malaysia yang terlahir dengan banyak tahi lalat berwarna hitam di sekujur tubuh dan wajahnya.

Karena penampilannya itu, Evita kerap di-bully oleh teman-teman di sekolah. Bahkan, ia kerap dipanggil monster akibat tahi lalatnya.

Baca juga: Masih Ingat Para Bidadari Cantik di Sinetron Preman Pensiun 5 ? Ini Dia Dua Profilnya

Ketika duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA), Evita mulai berani menjadi diri sendiri karena banyak teman sekelasnya yang menerima dia apa adanya.

Sejak saat itu, ia menolak jika mendapat tawaran untuk menghilangkan tahi lalat pada tubuhnya. Menurut Evita, tahi lalat di tubuhnya sudah menjadi bagian dari dirinya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved