Rudal Balistik Korea Utara Sukses Hancurkan Target Sejauh 1500 Kilometer

Rudal Balistik Korea Utara Sukses Hancurkan Target Sejauh 1500 Kilometer

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Korean Central News Agency/Korea News Service via AP
Foto yang dirilis pemerintah Korea Utara menunjukkan proyektil yang diduga merupakan rudal balistik ditembakkan oleh Akademi Sains Pertahanan di sebuah lokasi rahasia pada 25 Maret 2021. 

TRIBUNJOGJA.COM, PYONGYANG – Parade militer Korea Utara yang digelar pada Kamis (9/9/2021) lalu tampil berbeda dengan parade yang digelar sebelum-sebelumnya.

Tak ada persenjataan militer yang ditampilkan dalam parade untuk memperingati perayaan 73 tahun berdirinya Korut itu.

Namun dua hari setelah parade militer tersebut, Korut melakukan uji coba rudal jelajah jarak jauhnya.

Uji coba peluncuran rudal balistik tersebut dilaksanakan selama dua hari berturut-turut mulai Sabtu (11/9/2021) hingga Minggu (12/9/2021).

Rudal-rudal balistik yang dikembangkan oleh ilmuan-ilmuan Korut tersebut sukses menghancurkan target sejauh 1500 kilometer perairan teritorial Korea Utara.

Dikutip Tribunjogja.com dari Kompas.com, keberhasilan Korut menguji coba rudal balistik jarak jauhnya ini diberitakan oleh media pemerintah Korea Utara, KCNA, pada Senin (13/9/2021).

Warta tersebut muncul di tengah kebuntuan yang berlarut-larut antara Pyongyang dengan Amerika Serikat (AS) mengenai denuklirisasi.

KCNA mengatakan, uji coba tersebut dilangsungkan pada Sabtu (11/9/2021) hingga Minggu (12/9/2021).

Media tersebut juga melaporkan bahwa pengembangan rudal di Korea Utara memberikan sarana pencegahan lain yang bersifat sangat strategis.

“Untuk menjamin keamanan negara kita dan secara kuat menahan manuver militer pasukan musuh,” lapor KCNA.

Korea Utara yang tertutup telah lama menuduh Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan menerapkan “kebijakan bermusuhan” terhadap Pyongyang.

Di sisi lain, pembicaraan yang bertujuan untuk melucuti program nuklir dan rudal balistik Korea Utara dengan imbalan keringanan sanksi AS telah terhenti sejak 2019.

Sebelumnya, Korea Utara juga menggelar parade militer dengan sedikit berbeda, karena pekerja dan tentaranya mengenakan pakaian hazmat.

Dalam foto yang diunggah oleh media pemerintah, perayaan 73 tahun berdirinya Korut itu juga tidak memamerkan persenjataan mereka.

Parade militer itu tejadi di tengah masalah yang dihadapi Korea Utara, krisis ekonomi, dan kekurangan pangan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved