Jalan Batas Kota (JBK) Rilis Single Baru 'Batas Kota'

Sebuah ingatan akan masa yang telah lalu, alias nostalgia, bisa membawa kembali rasa bahagia, kenangan pahit, atau rasa rindu.

Istimewa
Jalan Batas Kota 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebuah ingatan akan masa yang telah lalu, alias nostalgia, bisa membawa kembali rasa bahagia, kenangan pahit, atau rasa rindu.

Namun, kita semua akan sulit menghindari munculnya nostalgia.

Bagi band rock yang nggak rock-rock banget, Jalan Batas Kota (JBK), nostalgia menjadi momen penting untuk mengumpulkan tiap fragmen yang tercecer menjadi satu gambar utuh dalam ingatan.

Di tiap fragmen yang bergerak lembut lalu melahirkan sentimentalitas itu memang ada banyak duka.

Akan tetapi, tiap duka mereka maknai sebagai berkah tanpa tanding yang pahitnya harus ditelan seutuhnya.

Dan lagu baru berjudul "Batas Kota" bercerita soal itu. Tentang janji yang nyaris mengancam hidup tenggelam dalam keputusasaan bersama rasa gentar.

"Lagu 'Batas Kota' untuk mereka yang percaya bahwa cinta tak bisa dibunuh gentar sekalipun nasib tak berpihak pada kita. Cinta adalah berkah yang usianya jauh lebih panjang dari usia kita sendiri," beber Krisna (vokal, gitar).

"Dengan catatan kita rawat baik-baik di ingatan, biar tak lekas keriput. Kami juga bicara harapan di sana," sambung Patralaringal (lead gitar).

Sekadar informasi, 'Batas Kota' adalah lagu single ke-2 dari JBK yang senang bermain di area Indie Rock lalu menambahkan sedikit dirty sound dan unsur pop seperti band pada umumnya.

Mendapatkan pengaruh besar dari The Adams, Morfem, Rumah Sakit, Weezer, The Smashing Pumkins dan band sejenisnya, Krisna, Patra, Ale (Synth), Balung (drum), Abas (Bass) mengemas sentimentalitas itu lewat gaya mereka sendiri, laiknya 'Gadis Indie' dan 'Dimensi' yang bermain di area rock alternatif.

Baca juga: Slookiee Rilis Musik Video Hey Adinda Ajak Pendengar Berdansa Dimabuk Asmara

Baca juga: Some Island Akan Hadirkan Patah Hati yang Benar Benar Terjadi, Hadirkan Musik Nuansa Era 2000-an  

Pandangan tentang nostalgia dan harapan tidak hanya dituangkan dalam lirik.

Mereka juga menaruhnya dalam elemen suara dalam lagu sepanjang 3:06 itu. Elemen synth yang hadir mulai hitungan 2:14 misalnya, penanda bahwa penantian dan harapan sama sekali tidak menakutkan meski hanya berjarak satu sentimeter dari jurang perpisahan.

Proses kreatif lagu 'Batas Kota' ini terbilang lama yakni sekira 1,5 tahun. Lagu ini direkam awal tahun 2020 di tengah pandemi yang memuncaki trending topic media sosial.

Di tengah kegagapan penanganan pandemi, anak-anak JBK banyak menghabiskan waktu dengan menonton film lama. "Gita Cinta dari SMA" dan "Cintaku di Rumah Susun" dua di antara sekian film yang disantap.

Dari dua film itu tiba-tiba mereka penasaran, bagaimana rasanya jatuh cinta, patah hati, nostalgia, dan menunggu seseorang jauh sebelum dunia mengecil dalam ponsel. Artwork yang digarap Balung pun merepresentasikan ekspansi sisi sentimentil mereka.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved