RT di Gunungkidul Nihil Zona Merah

Dinkes Gunungkidul melaporkan, jumlah Rukun Tetangga (RT) yang masuk Zona Hijau Covid-19 terus bertambah.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA/ Alexander Ermando
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Dewi Irawaty menunjukkan persediaan vaksin COVID-19 di Cold Room milik Dinkes beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul melaporkan, jumlah Rukun Tetangga (RT) yang masuk Zona Hijau Covid-19 terus bertambah. Berdasarkan evaluasi pemetaan terakhir, tidak ada lagi RT yang masuk dalam Zona Merah.

Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty menyampaikan, bahwa sebanyak 6583 RT sudah masuk Zona Hijau alias dianggap aman dari penularan Covid-19. "Persentase Zona Hijau mencapai 96,05 persen," ucap Dewi kepada wartawan, Jumat (10/9/2021).

Adapun sebanyak 265 RT atau 3,87 persen masuk Zona Kuning dan sisanya hanya 9 RT (0,09 persen) yang masuk Zona Oranye. Hasil pemetaan ini diperoleh berdasarkan evaluasi di periode 30 Agustus hingga 5 September lalu.

Sementara di program vaksinasi Covid-19, Dewi menyampaikan jika per 7 September lalu capaiannya sudah mencapai 49,96 persen. Capaian ini seluruhnya adalah suntikan dosis satu. "Kalau dosis 2 sudah mencapai 15,55 persen dari total 595.145 sasaran," jelasnya.

Dewi mengatakan capaian vaksinasi yang terbilang cepat ini tak lepas dari peran banyak pihak. Sebab mereka juga mendukung upaya percepatan vaksinasi Covid-19 yang kini diprioritaskan oleh Pemkab Gunungkidul.

Hingga saat ini, percepatan vaksinasi masih terus dilakukan. Mulai dari program Serbuan Vaksin yang dilakukan oleh TNI hingga Vaksinasi Merdeka yang dilakukan oleh Polri, dalam hal ini Polres Gunungkidul. "Pihak swasta pun juga banyak mendukung dalam percepatan vaksinasi ini," kata Dewi.

Meski begitu, ia mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin pada protokol kesehatan (prokes). Sebab pihaknya menilai angka penularan Covid-19 masih bersifat fluktuatif.

Hal serupa juga disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho. Menurutnya, melandainya pandemi tak lepas dari kedisiplinan masyarakat pada prokes. "Edukasi dan sosialisasi prokes tetap harus digencarkan pada masyarakat," ujar Heri. (alx)

Baca Tribun Jogja edisi Sabtu 11 September 2021 halaman 01.

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved