Breaking News:

Kabupaten Bantul

Korban Kecelakaan Truk Sedang Angkut Batu untuk Dijadikan Tempat Duduk di Wisata Mbulak Umpeng

Korban rata-rata berasal dari padukuhan Daraman, Kalurahan Srimartani yang bermaksud mengangkut batu untuk dijadikan tempat duduk di Mbulak Umpeng.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Santo Ari
Mulyana, Lurah Srimartani menunjukkan tempat duduk dari batu yang ada di wisata Mbulak Umpeng 

TRIBUNJOGJA.COM - Enam warga Kalurahan Srimartani, Piyungan, Bantul tewas dalam insiden kecelakaan truk yang mengangkut batu di Jalan Breksi, Dusun Gunungsari, Sambirejo, Kapanewon Prambanan.

Para korban rata-rata berasal dari padukuhan Daraman, Kalurahan Srimartani yang semula bermaksud mengangkut batu untuk dijadikan tempat duduk di Mbulak Umpeng.

Syamsul Arifin, selaku Dukuh Daraman menceritakan, bahwa pada Jumat (3/9/2021) kemarin warganya tengah berupaya mengembangkan potensi wisata Mbulak Umpeng.

Mbulak Umpeng adalah area persawahan yang dijadikan destinasi wisata alternatif dengan pemandangan sawah dan bentangan alam Pegunungan Sewu.

Baca juga: BREAKING NEWS :Terjadi Kecelakaan Truk di Jalan Breksi -Candi Ijo,5 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

"Jadi di Mbulak Umpeng di sana sudah ada beberapa titik tempat duduk, dan kita melakukan penambahan fasilitas tempat duduk," ujarnya.

Tempat duduk yang dimaksud terbuat dari batu dengan panjang sekitar satu meter dan memiliki tinggi dan lebar sekitar 50 cm.

Tempat duduk tersebut dibeli di perajin batu yang berada di sekitar kawasan Candi Ijo, Prambanan.

"Dan kebetulan tadi malam kita ditelepon bahwa sudah jadi untuk tempat duduknya sejumlah 10 set. Kita lakukan koordinasi di grup, bagi siapa yang ingin kerja bakti silakan ke Mbulak umpeng," ungkapnya.

"Setelah habis magrib teman-teman berkumpul, dengan truk dan sopirnya sejumlah 11 orang terus berangkat ke Candi Ijo. Karena dulu pesannya di sana, sekarang kita juga pesan di lokasi yang sama," imbuhnya.

Baca juga: Kronologi Kecelakaan Maut Truk Bermuatan Batu di Jalan Breksi Prambanan, Ini Keterangan Polisi

Lebih lanjut, ke-11 orang tersebut telah berhasil menaikkan batu ke dalam truk dan bermaksud untuk pulang, kembali ke Mbulak Umpeng.

Namun baru beberapa meter berjalan, truk yang ditumpangi mengalami kecelakaan di turunan yang tajam di sekitar Tebing Breksi.  

Dari 11 orang, enam orang meninggal.

Satu korban luka adalah seorang anak berusia 8 tahun, putra korban meninggal berinisial SP.

"Anak umur 8 tahun, ikut bapaknya. Bapaknya pengurus dari Mbulak Umpeng," ungkapnya.

Saat ini, bocah berusia 8 tahun tersebut masih dalam perawatan intensif di rumah sakit.  

Sedangkan untuk korban meninggal, begitu sampai di rumah duka pada Sabtu subuh, langsung disalatkan di Masjid dan dimakamkan di tempat pemakamamn umum Daraman.

Baca juga: Diduga Rem Blong, Truk Muatan Batu Kecelakaan di Breksi Sleman, Lima Orang Meninggal Dunia

Namun untuk korban meninggal dengan inisial IM, atas permintaan keluarganya, jenazah dibawa ke Jombang, Jawa Timur untuk dikebumikan di sana.  

Sementara itu Mulyana, Lurah Srimartani yang hadir untuk melayat hari itu mengungkapkan rasa belasungkawanya.

Ia menyatakan bahwa korban dalam insiden ini adalah pejuang yang membawa Mbulak Umpeng bisa menjadi terkenal sebagai tempat destinasi wisata favorit di Kalurahan Srimartani.  

"Mereka ini adalah pejuang destinasi wisata kalurahan. Mereka berkontribusi membangun Mbulak Umpeng ini dari nol persen," ungkapnya.( Tribunjogja.com )  

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved