Breaking News:

Kabupaten Kulon Progo

Legislatif Minta Pemkab Kulon Progo Intervensi Merosotnya Harga Cabai Merah Keriting

Kalangan legislatif Kulon Progo meminta pemkab setempat untuk mengintervensi anjloknya harga cabai merah keriting di tingkat petani. 

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kulonprogo 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Kalangan legislatif Kulon Progo meminta pemerintah kabupaten (pemkab) setempat untuk mengintervensi anjloknya harga cabai merah keriting di tingkat petani. 

Anggota Komisi II DPRD Kulon Progo, Hamam Cahyadi mengharapkan adanya industri yang bisa menyerap produksi cabai kepada pemerintah kabupaten (pemkab) setempat. 

Mengingat cabai merupakan komoditas unggulan dari Kulon Progo khususnya di pesisir selatan. 

"Adanya industri skala menengah ini menjadi terobosan. Kami dari DPRD juga mendorong kemudahan investasi. Sehingga Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) bisa mengupayakan kerjasama dengan pihak ketiga yang mendatangkan investasi," ucapnya, Jumat (3/9/2021). 

Baca juga: Harga Jual Cabai Merah Keriting di Kulon Progo Merosot Disebabkan Adanya PPKM

Ia menilai, pemkab setempat juga tanggung dalam segi pemasarannya sehingga perlu ada support terlebih dalam kondisi pandemi Covid-19 ini. 

Seperti pemasaran secara digital untuk produk olahan cabai dan bon cabai. 

"Selain itu di Kulon Progo juga perlu adanya pemasaran seperti usaha mikro kecil menengah (UMKM) center," kata Hamam. 

Diberitakan sebelumnya, harga cabai di tingkat petani Kulon Progo menurun sejak bulan puasa dengan harga jual berkisar Rp 7 ribu hingga Rp 8 ribu per kilogram. 

Kemudian pada lebaran kurban harganya terus merosot hingga Rp 2 ribu per kilogram dan kini mencapai Rp 4 ribu per kilogram.

Baca juga: Harga Cabai di DI Yogyakarta Anjlok, Disperindag DIY Dorong Petani Bikin Produk Olahan

Namun kenaikan harga tersebut belum bisa digunakan untuk balik modal.

Sebab dalam kondisi normal harganya bisa di atas Rp 10 ribu per kilogram. 

Dengan merosotnya harga cabai tersebut menjadikannya membeli 3 kwintal cabai dengan harga di atas pasaran. 

Kemudian cabai itu rencananya akan dibagikan secara cuma-cuma ke masyarakat.

Sebab dalam kondisi saat ini diperlukan gotong royong caranya dengan membeli hasil pertanian di wilayah setempat. ( Tribunjogja.com

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved