Breaking News:

Tim Binaraga DIY Berharap Hasil Negatif Tes Doping Untuk Ikut PON XX Papua

Tim Binaraga DI Yogyakarta berharap lolos jalani tes doping jelang keberangkatan ke Papua untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) bulan Oktober

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
Humas KONI DIY
Ketua KONI DI Yogyakarta, Djoko Pekik Irianto saat melakukan kunjungan monev ke tim binaraga DI Yogyakarta, Senin (7/12/2020) kemarin. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tim Binaraga DI Yogyakarta berharap lolos jalani tes doping jelang keberangkatan ke Papua untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) bulan Oktober mendatang.

Tes doping yang akan digelar di Jakarta tersebut, sebelumnya sudah dijalani pada tanggal 30-31 Agustus 2021 lalu.

Upaya itu menyusul dengan agenda Out of Competition Test (OOCT) doping menjadi syarat wajib untuk mengikuti perhelatan akbar olahraga di Indonesia.

Pelatih binaraga PON DIY, Seno Ariwibowo mendapingi langsung kedua atletnya Bambang Sujatmoko dan Nur Ikhsan saat tes doping mengatakan hasil tes baru akan keluar 10 hari kemudian.

Baca juga: Tingkatkan Pelayanan, Polres Magelang Gelar Apel Pengecekan Kendaraan Dinas

“Untuk itu kami berharap hasil dari OOCT kemarin bisa baik untuk atlet-atlet DIY, keduanya bisa lolos tidak terkena doping. Karena kalau lolos, bisa dipastikan keduanya bisa main di PON,” kata Seno, Kamis (2/9/2021). 

Sebaliknya jika kedapatan kedua atlet binaraga DIY positif doping, maka mereka tidak dapat mengikuti pertandingan di PON XX Papua.

Dalam OOCT tersebut atlet menjalani pengambilan sampel urin sebanyak 100cc kemudian akan diuji melalui tes laboratorium.

“Ya harapan kami Mas Ikhsan dan Bambang bisa lolos. Karena, jika tidak ya, berat juga, keduanya sudah latihan lama dan diet ketat untuk menuju PON, tapi kalau dinyatakan tidak lolos dari OOCT, ya tidak bisa ikut PON,” bebernya.

Setelah itu, seluruh atlet menjalani serangkaian wawancara sekaligus mengisi formulir pernyataan terkait apa saja yang dikonsumsi selamat sepekan ke belakang.

“Jadi selain pengambilan sampel urin, memang ada wawancara dari tim LADI terkait aktivitas atlet selama 7 hari terakhir. Seminggu sebelum tes itu apa saja yang dikonsumsi. Mulai dari obat-obatan hingga suplemen ditanyakan dan diminta untuk mengisi formulir,” paparnya.

Kebijakan PP PBFI untuk menggelar OOCT bagi semua atlet binaraga yang akan tampil di PON tersebut tertuang dalam surat bernomor 033/PP-PBFI/VIII/2021 yang ditandatangani Ketua Umumnya, Irwan Alwi.

Baca juga: Tren Inflasi di DI Yogyakarta Terjaga Positif Hingga Agustus 2021, Optimis Ekonomi Segera Pulih

Dalam surat tertanggal 23 Agustus 2021 tersebut PP PBFI mewajibkan seluruh Atlet peserta PON XX Papua 2021 mengikuti tes doping

Apabila tidak, atlet tersebut akan dikenakan sanksi diskualifikasi dan dipastikan tidak bisa mengikuti PON XX Papua 2021.

Dalam pelaksanaan tes itu, masing-masing atlet dapat menghabiskan dana sekitar Rp 5,5 juta.

“Terkait biaya dan kebutuhan akomodasi bagi kami dalam OOCT kemarin, sepenuhnya telah dipenuhi oleh KONI DIY,” ucapnya. (tsf) 

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved