Serie A
INTER MILAN: Hakan Calhanoglu Lebih Baik dari Christian Eriksen?
Inter Milan beruntung mendapatkan mantan pemain AC Milan setelah insiden kolaps gelandang serangnya di Euro 2020 antara Denmark vs Finlandia.
Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM - Hakan Calhanoglu diprediksi akan tampil lebih baik daripada Christian Eriksen dalam hal kontribusinya bagi Inter Milan.
Inter Milan beruntung mendapatkan mantan pemain AC Milan setelah insiden kolaps gelandang serangnya di Euro 2020 antara Denmark vs Finlandia.
Menurut eks gelandang Lazio dan Italia Marco Parolo, pemain internasional Turki itu akan mampu mengisi peran yang ditinggalkan Eriksen di lini tengah.
Berbicara kepada Gazzetta dello Sport dalam sebuah wawancara, pria berusia 36 tahun itu percaya Calhanoglu akan mampu membuat tim Biru-Hitam lebih kuat.
Parolo bermain di bawah pelatih Nerazzurri saat ini Simone Inzaghi selama beberapa musim bersama Lazio, setelah bergabung dengan klub di asuhan Stefano Pioli pada musim panas 2014.
Mantan gelandang itu membuat 265 penampilan untuk klub Ibu Kota yang sebagian besar datang di bawah asuhan Inzaghi.
Parolo kembali membahas tentang bagaimana para pemain Nerazzurri akan berhasil menjalankan dalam taktik dan strategi mantan manajernya, Inzaghi.
Menurutnya, Calhanoglu akan menjadi pemain kunci bagi pelatih baru Inter Milan, yang akan mampu memberikan kontribusi yang signifikan di lini tengah.
“Calhanoglu lebih fungsional daripada Eriksen. Singkatnya, Inter Milan akan unggul,” katanya dikutip Tribun Jogja dari SempreInter.
Selain tentang pentingnya Calhanoglu bagi Inter Milan, Parolo juga percaya bahwa mantan rekan setimnya Joaquin Correa akan menggeser tempat Alexis Sanchez di lini depan tim.
“Mereka mempertahankan performa yang sama seperti sebelumnya, pertahanan dan lini tengah dan Correa lebih sebagai starter daripada Sanchez yang akan dapat membantu,” prediksinya tentang Nerazzurri musim ini.
Meski demikikan, dia juga menggaris bawahi kepergian Achraf Hakimi yang menurutnya menjadi pukulan telak bagi tim. “Kepergian Hakimi sangat berat untuk tim.”
Chemistry Inzaghi-Calhanoglu
Sementara itu, pelatih Inter Milan Simone Inzaghi dan Hakan Calhanoglu tampaknya sudah memiliki pemahaman yang baik satu sama lain.
Dampak positifnya bagi klub adalah bahwa chemistry antara keduanya yakni perasaan dan pemikiran yang saling terkoneksi akan menguntungkan tim di lapangan.
Menurut Gazzetta dello Sport, sang gelandang ternayta telah diberi peran khusus yang sesuai dengan karakteristik alaminya yang memungkinnyga untuk mempengaruhi permainan.
Calhanoglu, seperti diketahui, didatangkan Nerazzurri secara cuma-cuma dari klub tetangga menyusul berakhirnya kontraknya dengan Rossoneri.
Dan keputusan pemain berusia 27 tahun itu untuk berseragam Biru-Hitam, sebagian didasarkan pada bujukan sang pelatih, Inzaghi.
Adik Filippo Inzaghi itu dikabarkan menginginkan Calhanoglu sebagai bagian dari proyek baru Inter Milan dan secara pribadi telah memanggilnya untuk menjelaskan visinya.
Melawan Genoa di laga pembuka Serie A Nerazzurri, pelatih asal Turki itu diberi tanggung jawab untuk mengambil posisi di mana ia paling bisa memberikan dampak dalam permainan.
Pada laga itu, Calhanoglu juga bertukar posisi di lapangan dengan gelandang serang Stefano Sensi yang bermain di belakang striker Edin Dzeko.
Di bawah Inzaghi, Calhanoglu memulai di posisi gelandang kiri tengah, tetapi ia bebas untuk pindah ke posisi lain untuk menciptakan ancaman di sepertiga akhir.
Ini terlihat saat melawan Griffone pada akhir pekan, di mana sang gelandang memberikan assist dari bola mati, dan mencetak gol perdananya bagi Inter Milan.
Mantan playmaker AC Milan itu memang dikenal dengan umpan-umpannya yang akurat, assist jempolan, hingga pergerakan dengan dan tanpa bola yang ciamik.
Selain itu, Calhanoglu juga mampu dapat menguasai bola dengan sangat baik untuk kemudian mengalirkannya ke lini depan atau bahkan menembak jika memiliki peluang.
Bahkan tidak hanya dalam hal membatu serangan, jika sedang dalam perfoma terbaiknya, Calhanoglu tidak segan membantu pertahanan dengan merebut bola dari lawan.
Analisis statistik & taktis Calhanoglu
Hakan Calhanoglu dipastikan akan menyalakan kembali persaingan dua klub Milan, Inter Milan vs AC Milan di Liga Italia Serie A musim 2021-2022.
Calhanoglu bisa dianggap sebagai seorang gelandang serang tengah, sehingga dia akan dibandingkan dengan Christian Eriksen.
Sebagai central attacking midlfielder (CAM), akan dilihat kontribusi ofensif mereka seperti gol dan assist (jelas), seberapa banyak menciptakan tembakan, kemampuan passing, kemampuan dribbling, dan kontribusi defensif singkat.
Sebelumnya, ulasan ini hanyalah sebuah analisis dan sama sekali bukan serangan pribadi terhadap salah satu pemain.
Berikut adalah statistik Hakan Calhanoglu vs Christian Eriksen, menurut Fbref.com:
Statistik Menyerang:
Calhanoglu telah memberikan 6 gol dan 10 assist untuk klub dan negara dibandingkan dengan 8 gol Eriksen (3 di antaranya untuk Inter).
Calhanoglu melakukan 2,82 tembakan per game dan menciptakan 5,88 aksi menciptakan tembakan per game; yang terakhir menempatkan dia di persentil ke-98 dari semua gelandang serang dan pemain sayap.
Eriksen mengambil 2,34 tembakan per game dan memberikan 3,51 tindakan yang menciptakan tembakan, juga menempatkan dia tinggi: persentil ke-95.
Keduanya jelas luar biasa dan berkelas dunia dalam hal ini.
Mereka berdua pengumpan yang hebat: Calhanoglu dengan tingkat keberhasilan 77,1% dan Eriksen dengan 82%.
Umpan-operan progresif, yang lebih dari 10 meter di atas lapangan atau ke dalam kotak penalti, juga menunjukkan keunggulan: 5,61 Calhanoglu per game dan 4,79 Eriksen.
Eriksen adalah dribbler yang lebih baik, dengan keberhasilan 80% dibandingkan Calhanoglu yang 61,3%, tetapi Calhanoglu mencoba dua kali lebih banyak: 1,88 per game berbanding 0,91 Eriksen.
Satu statistik menarik yang terungkap adalah “umpan progresif diterima”; mereka yang menerima operan 10 meter atau lebih ke atas atau ke dalam kotak penalti.
Eriksen menerima 2,79 per game, yang merupakan angka yang bagus, tetapi Calhanoglu menerima 6,88.
Calhanoglu jelas membuat lebih banyak lari untuk mengoper bola daripada Eriksen; ancaman serangan yang lebih jelas.
Statistik Pertahanan:
Tekel dan intersepsi per game: Hakan 1,73 hingga Eriksen 1,29. Blok dan tekanan sukses per game: 2,92 hingga 2,36.
Total tindakan defensif per game: 2,33 hingga 1,88.
Terakhir, kemenangan duel udara: 22,8% hingga 73,7%. Calhanoglu sedikit lebih baik di sini, lebih terlibat, tetapi Eriksen menang di udara.
Calhanoglu dan Eriksen adalah sama-sama spesialis tendangan bebas, dan mereka berdua cukup baik dalam hal itu.
Selain itu, Calhanoglu tampaknya menjadi ancaman serangan yang lebih baik, dengan lebih banyak kreasi, upaya, dan keberhasilan; dia bahkan sedikit lebih baik dalam bertahan.
Eriksen sama sekali tidak buruk, dia juga tidak boleh diganti, tetapi Calhanoglu secara statistik merupakan peningkatan yang jelas dalam peran tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/stefano-sabelli-dan-hakan-calhanoglu-liga-italia-inter-milan-vs-genoa-di-san-siro-di-milan.jpg)