Melihat Alat Tes Covid-19 Berbanderol Murah dan Diklaim Tidak Timbulkan Sakit saat Seseorang Dites

Biaya tes Covid-19 melalui antigen maupun PCR kini sudah turun. Namun demikian, harganya masih tetap dinilai tergolong mahal.

Tayang:
Editor: ribut raharjo
Istimewa via Kompas.com
AptameX dijanjikan sebagai alat tes rapid diagnostik Covid-19 dengan harga terjangkau sekaligus nyaman digunakan 

Banyak masyarakat Indonesia enggan melakukan tes Covid-19 karena dua alasan utama yakni harganya mahal dan metode pemeriksaan yang dianggap menyakitkan.

Swab antigen dilakukan dengan memasukkan alat khusus untuk mengambil sampel lendir ke bagian dalam hidung.

Sedangkan PCR dilakukan dengan sampel dari dalam tenggorokan seseorang.

Banyak yang mengaku kesakitan ketika menjalani pemeriksaan sehingga kapok melakukannya.

Menyadari fakta ini, PT Achiko Medika Indonesia, perusahaan industri kesehatan bekerja sama dengan PT Indofarma Tbk, salah satu BUMN Farmasi.

Keduanya menghadirkan produk tes rapid diagnostik Covid-19 berbasis saliva.

Alat yang dinamakan AptameX Covid-19 DNA Aptamer Gold Nanoparticle Test Kit ini diklaim lebih praktis, nyaman, dan terjangkau secara biaya.

Hasilnya dikatakan lebih cepat dengan akurasi yang bisa dipertanggungjawabkan.

Windiaprana Ramelan, Senior VP Operations Asia, Achiko AG menyebutkan, alat ini akan dibandrol dengan harga Rp50.000 per unit.

Angka ini jelas jauh lebih murah dibandingkan harga tes swab antigen maupun PCR saat ini.

“Produk kami akan siap bagi masyarakat Indonesia pada kuartal IV tahun ini. Dengan harga di bawah Rp. 50.000, yang akan menjadi semakin ekonomis seiring waktu.

AptameX sangat mudah digunakan di mana kami akan bekerja sama dengan klinik dan rumah sakit dalam penggunaan produk ini,” jelasnya dalam rilis virtual pada Kamis (26/08/2021).

Produk AptameX juga telah memperoleh izin edar yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan RI dengan Nomor Izin Edar AKD 20303121654 pada 13 Agustus 2021.

Setelah mengantongi izin edar, akan dilakukan proses pengujian selama dua bulan sebelum memulai produksinya.

Tahap pertama, alat ini akan diproduksi hingga 10.000.000 test kit dalam satu tahun yang dimulai pada September 2021.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved