Berita Kesehatan
Ini Perbedaan Paru-paru Orang Sehat dan Penderita Asma yang Kerap Mengalami Sesak Napas
ejala kesulitan bernapas yang disebabkan obstruksi saluran napas. Gejala yang umum dirasakan antara lain adalah batuk, sulit bernapas, dan dada terasa
TRIBUNJOGJA.COM - Seperti apakah kondisi paru-paru seseorang yang menderita asma? Dan bagaimanakah perbedaannya dengan orang sehat pada umumnya?
Sebelum menjawabnya, Anda perlu tahu terlebih dahulu apa itu asma.
Asma adalah gejala kesulitan bernapas yang disebabkan obstruksi saluran napas. Gejala yang umum dirasakan antara lain adalah batuk, sulit bernapas, dan dada terasa kencang.
Pernapasan normal
Untuk memahami apa yang terjadi pada paru-paru yang mengalami asma, kita perlu mengetahui proses pernapasan yang normal.
Ketika seseorang menghirup napas, udara akan melewati hidung dan mulut memasuki trakea menuju ke paru-paru.
Trakea akan terbagi ke dalam dua jalur, yaitu bronkus kanan dan kiri.
Gambarannya seperti pohon yang terbalik.
Setelah masuk ke dalam paru-paru, bronkus akan bercabang lagi menuju saluran yang lebih kecil yang disebut bronkiolus.
Di ujung bronkiolus terdapat kantung udara yang disebut dengan alveolus.
Alveolus inilah yang menjadi tempat pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida.
Oksigen dibawa ke seluruh tubuh melalui pembuluh kapiler dan dibawa oleh sel darah merah yang mengandung hemoglobin.
Baca juga: Gejala-gejala Asma yang Paling Umum Diderita dan Cara Pengobatannya
Ketika terserang asma
Pada orang yang terserang asma, proses pernapasan yang normal seperti dijelaskan di atas tidak dapat terjadi.
Dilansir dari Asthma and Allergy Foundation of America, berikut adalah apa yang terjadi pada organ pernapasan penderita asma.
Asma menyebabkan inflamasi dan pembengkakan pada paru-paru. Hal ini menyebabkan bronkokonstriksi.
Bronkokonstriksi adalah kondisi di mana bronkus mengecil akibat inflamasi sehingga menyebabkan udara sulit lewat.
Biasanya kondisi ini dipicu kehadiran benda asing di dalam saluran pernapasan sehingga memicu reaksi paru-paru.
Inilah yang disebut dengan asma.
Reaksi tersebut membuat otot halus di sekitar paru berkontraksi dan mengalami inflamasi.
Selain itu, sebagai reaksi tambahan paru-paru akan memproduksi mukus atau dahak yang membuat seseorang semakin sulit bernapas.
Pengobatan asma
Pada sebagian orang, asma adalah kondisi yang ringan. Namun, sebagian kasus menunjukkan gejala asma yang berat hingga mengancam jiwa.
Maka dari itu perlu memahami bagaimana mengontrol kondisi ini. Tidak ada obat yang bisa menghilangkan asma secara permanen.
Namun, kondisi ini dapat dikontrol dan dicegah agar tidak kambuh.
Penting untuk menemui dokter spesialis paru jika kita memiliki riwayat asma.
Dengan begitu, Anda bisa mengetahui pemicu apa yang menyebabkan asma pada tubuh kita, misalnya alergi. Langkah ini akan membuat asma kita tetap terkontrol walaupun tidak bisa sembuh. (*)
==
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Begini Kondisi Paru pada Penderita Asma"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-paru-paru_20180810_233429.jpg)