Korea Utara Dikabarkan Mencari Pengganti Kim Jong Un, Mengapa?
Kondisi kesehatan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dikabarkan menurun dalam beberapa waktu terakhir.
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, PYONGYANG - Kondisi kesehatan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dikabarkan menurun dalam beberapa waktu terakhir.
Berat badan Kim Jong Un dikabarkan terus menurun.
Bahkan pada Juli lalu, berat badan Kim Jong Un berkurang sebanyak 18 kilogram.
Hal itu memicu banyak spekulasi tentang penyakit serius yang diidapnya.
Warga Korea Utara yang dilanda kelaparan karena berbagai bencana semakin khawatir.
Di tengah kondisi kesehatan Kim Jong Un yang dikabarkan mulai menurun, Korea Utara disebut tengah mencari sosok penggantinya.
Hingga muncul desas-desus yang semakin kencang bahwa telah ada "orangnya Kim" yang ditugaskan untuk mencari penggantinya, seperti yang dilansir dari The Sun pada Kamis (26/8/2021).
Orang itu adalah Jo Yong Won, pejabat senior Partai Buruh, yang baru-baru ini mendapatkan peran wakil pemimpin baru.
Baca juga: Begini Ucapan Kim Jong Un ke Presiden Jokowi Saat Indonesia Peringati Hari Kemerdekaan
Baca juga: Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un Mobilisasi Militer ke Kawasan Bencana
Disebutkan bahwa ialah yang ditugaskan untuk mencari pengganti Kim Jong Un.
Seorang ahli terkemuka di Korea Utara menganggap sosok misterius Jo sebagai "kingmaker", yang akan menyiapkan "Kim" selanjutnya.
"Kita dapat mengatakan bahwa mungkin Kim Jong Un menempatkan Jo Yoong Won sebagai kingmaker, orang yang berperan membantu membimbing dan mengarahkan penerus turun temurun," kata Michael Madden, sebagai Pengawas Kepemimpinan Korea Utara, afiliasi dari pengawas 38 Utara seperti yang dikutip Tribunjogja.com dari Kompas.com.
Dia menambahkan, "Mereka pasti membuat keputusan itu dengan memperhatikan transisi (pemerintahan)."
Menurutnya, pemerintahan Kim membuat keputusan seperti ini dengan memperhatikan transisi potensial "dengan pandangan bahwa pemimpinnya mungkin tidak mampu lagi diperbaiki atau mungkin mati".
Madden mencontohkan langkah serupa yang dilakukan ayah Kim, Kim Jong Il, menjelang akhir hayatnya.
Pada 2007, ayah Kim Jong Un mengalami TIA (serangan iskemik transien) yang disebut stroke mini.
"Masalah kesehatannya menjadi agak genting dan dia mulai bersiap untuk suksesi turun temurun," ujarnya tentang Kim Jong Il.
"Jadi dia pada dasarnya mempercayakan sekitar lima atau enam orang yang kesetiaan dan ambisinya tidak perlu dia pertanyakan untuk dijadikan wali," lanjutnya.
Wali ini adalah orang-orang yang mengambil portofolio kebijakan yang sangat besar dan sensitif.
"Ini adalah orang-orang yang membuat transisi dari Kim Jong Il ke Kim Jong Un seefektif sebelumnya. Mereka semua mengawal Kim Jong Un melalui hari-hari awal itu," terangnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/di-depan-peserta-kongres-partai-buruh-kim-jong-un-akui-ada-kesalahan-urus-ekonomi-korea-utara.jpg)