Masuk Mall Saja Harus Vaksin, Masak Mau Nikah Cuma Tes Swab Antigen

Sebanyak 2.198 dosis vaksin telah didistribusikan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) DIY kepada santri dan masyarakat di Lapangan Mlangi.

Editor: Agus Wahyu
ISTIMEWA
ANTUSIAS - Masyarakat santri mengikuti vaksinasi merdeka di Lapangan Mlangi, Sleman, Sabtu (28/8/2021). 

TRIBUNJOGJA, SLEMAN - Sebanyak 2.198 dosis vaksin telah didistribusikan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) DIY kepada santri dan masyarakat di Lapangan Mlangi, Kecamatan Mlangi, Sleman, Sabtu (28/8/2021). Proses vaksinasi berjalan lancar dan tak menimbulkan kerumunan.

Hal ini lantaran Vaksinasi Merdeka LKNU DIY telah berlangsung selama tujuh kali dan memiliki sistem mapan. Antusiasme masyarakat juga tinggi, terlihat jumlah dosis vaksin yang disuntikkan.

“Antusiasme masyarakat di Mlangi sangat luar biasa. Ini menggembirakan karena masyarakat merasa membutuhkan vaksin. Begitu pula pihak-pihak yang terlibat, membantu total,” ujar dr H Ali Machfud, selaku ketua penyelenggara Vaksinasi Merdeka.

Pria yang juga dosen Universitas Alma Ata Yogyakarta tersebut menyatakan, bahwa Vaksinasi Merdeka di Mlangi merupakan kerja sama banyak pihak. Di antaranya Pondok Pesantren Nur Iman beserta pondok pesantren di sekitarnya, Dinkes DIY, Dinkes Sleman, Puskesmas Gamping II, PCNU Sleman, Ansor-Banser, SD NU Yogyakarta, UNU Yogyakarta, dan Sleman City Hall.

Selain itu, dalam setiap penyelenggaraan Vaksinasi Merdeka, LKNU DIY selalu menggandeng anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Dr H Hilmy Muhammad MA. Ditemui saat vaksinasi, pria yang akrab disapa Gus Hilmy itu menyatakan, saat ini vaksinasi telah menjadi syarat dalam banyak kegiatan selain tes swab Covid-19.

Hal yang disayangkan justru ketika persiapan nikah, hanya disyaratkan tes PCR dengan alasan vaksin sulit dipenuhi. “Justru dengan vaksin ini, dua tiga pulau terlampaui. Tak hanya syarat nikah. Masak syarat nikah di KUA cuma tes swab antigen yang hanya berlaku beberapa hari. Masuk mal saja harus vaksin, kok. Vaksin ini kan kewajiban seluruh warga negara, dan persiapan orang menikah bisa menjadi momentum,” kata anggota Komite I DPD RI tersebut.

Menurut Gus Hilmy, alasan syarat vaksin sulit dipenuhi terbilang mengada-ada. Setiap hari seluruh puskesmas melayani, Dinkes juga menyelenggarakan, pihak-pihak swasta juga membantu mendistribusikan vaksin sama yang dilakukan LKNU siang ini.

“Kita mestinya memasang standar tinggi dulu. Kalau nanti ada pemakluman, urusan belakangan. Tapi, mestinya kita bisa bersama-sama mendukung program nasional terkait pemerataan vaksin,” ujar Wakil Rois Syuriah PWNU DIY tersebut. (rls)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved