Breaking News:

Jawa

Polres Magelang Berikan Bantuan Ponsel pada 10 Anak Yatim Piatu

Para penerima ini terdiri dari 3 anak Siswa SMA, 4 Anak siswa SMP, 2 anak siswa SD dan 1 anak siswa Taman Kanak- Kanak.

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita
Penyerahan bantuan ponsel secara simbolik oleh Kapolres Magelang, Jumat (27/08/2021). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Polres Magelang menyalurkan bantuan berupa telepon seluler (ponsel) untuk 10 anak yatim piatu yang orangtuanya meninggal karena Covid-19

Bantuan ponsel ini berasal dari Ketua Umum Bhayangkari yang merupakan istri Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Juliati Sigit Prabowo.

Penyerahan bantuan dilakukan oleh Kapolres Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun, kepada anak-anak di Mako Polres Magelang, Jumat (27/8/2021).

Baca juga: Hari Jadi Ke-73, Polwan Polres Magelang Gelar Ziarah dan Kegiatan Sosial

Adapun anak-anak yatim piatu itu hadir didampingi para walinya masing-masing.

“Kami meneruskan bantuan dari Ibu Kapolri untuk memberikan ponsel pada putra putri yang orang tuanya meninggal karena Covid-19. Tujuannya untuk sarana belajar anak-anak, karena kan saat ini anak-anak sekolah belajar mengajar memakai ponsel,” katanya Jumat (27/08/2021).

Para penerima ini terdiri dari 3 anak Siswa SMA, 4 Anak siswa SMP, 2 anak siswa SD dan 1 anak siswa Taman Kanak- Kanak.

Mereka berasal dari 6 kecamatan di Kabupaten Magelang.

Sebelumnya, para anak yatim piatu tersebut juga sudah mendapatkan bantuan dari Program Aku Sedulurmu yang digagas Kapolda Jawa Tengah, pada  Senin (16/8/2021) lalu.

Baca juga: 142 Tenaga Kesehatan Menerima Penghargaan dari Polres Magelang

Program ini memberikan  tabungan untuk biaya sekolah mereka. 

Satu di antara penerima bantuan ponsel, Yulia Pratiwi mengucapkan terima kasih atas bantuan tersebut. 

Menurut siswa kelas IV SDN Ngargogondo Borobudur ini, ponsel tersebut sangat berguna untuk kegiatan belajarnya karena di masa pandemic Covid-19, kegiatan belajar mengajar di sekolahnya beralih dengan belajar daring.

“Kemarin kalau ada PR, harus ke rumah Bulik (adik ayahnya) karena yang punya ponsel Bulik,” urainya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved