Breaking News:

Pelajar di Klaten Masih Sekolah Online, Begini Penjelasan Pemkab

Kasus COVID-19 terus menurun, namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten belum berani untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM)

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Almurfi Syofyan
Kepala Dinas Pendidikan Klaten, Wardani Sugiyanto 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Kasus COVID-19 terus menurun, namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten belum berani untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah-sekolah.

Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 yang diperpanjang di Klaten hingga 30 Agustus 2021 menjadi satu dari beberapa pertimbangannya.

"Kita masih level 4, kita mentaati aturan pemerintah dan belum berani menyelenggarakan pembelajaran tatap muka," ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten Wardani Sugiyanto saat Tribunjogja.com temui di Setda Klaten, Selasa (24/8/2021).

Baca juga: Rumor Transfer Premier League: Dikaitkan dengan Man City Ronaldo Sempat Kontak Solskjaer

Ia menjelaskan, pembelajaran jarak jauh (PJJ) masih diterapkan di sekolah yang ada di Kabupaten Klaten.

Untuk siswa SMP dan SMA yang tidak memiliki handphone atau kuota internet dipersilahkan datang ke sekolah memanfaatkan fasilitas sekolah untuk mengikuti PJJ tersebut.

Siswa yang datang itu jumlah juga dibatasi dan yang terpenting mendapat izin dari orang tua untuk mengikuti belajar secara daring dari sekolah.

"Saat ini kondisi Klaten sudah baik (kasus COVID-19 menurun) beberapa siswa yang tidak punya handphone, tidak punya alat komunikasi serta tidak punya kuota internet kita izinkan mengikuti belajar daring di sekolah," jelasnya.

Kata dia, ada tiga sekolah yang mengizinkan siswanya untuk mengikuti belajar daring dari sekolah itu.  

"Pak Dirjen kemarin juga sudah melihat dan berkunjung," imbuhnya.

Baca juga: Jadwal dan Lokasi Pemadaman Listrik di DI Yogyakarta Hari Ini, Rabu 25 Agustus 2021

Menurut Wardani, upaya itu dilakukan agar tidak terjadi kekosongan pembelajaran bagi siswa yang tidak punya alat-alat komunikasi.

"Upaya ini kita lakukan agar tidak terjadi loss learning, kasihan anak-anak yang tidak punya HP atau alat komunikasi," ucapnya.

Ia pun mengaku jika kebijakan itu dilakukan sejak 18 Agustus 2021 kemarin.

Terkait siswa sekolah dasar, lanjutnya kelompok belajar di desa-desa yang masuk zona hijau sudah diizinkan kembali.

"Kemudian untuk siswa SD yang wilayah desanya sudah masuk zona hijau sudah dilakukan lagi kelompok-kelompok belajar oleh guru-guru kami," ungkapnya.

Siswa-siswa yang bisa mengikuti kegiatan kelompok belajar itu adalah siswa yang mendapat izin dari orang tua dan kondisinya juga sehat.

"Kelompok belajar ini kan sempat terhenti dulu karena kasus naik, jadi mulai 18 agustus kasus mereda dan mulai lagi yang penting taat prokes dan sehat," tandas dia.

Sementara itu, Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Klaten, Ronny Roekmito mengatakan penerapan PPKM Level 4 di Klaten masih diperpanjang.

"Perbedaan tidak terlalu signifikan. Kalau kegiatan belajar mengajar masih tetap seperti tahap sebelumnya, tapi pada 24 Agustus ini akan diadakan assessment nasional dan kita lihat nanti perkembangannya bagaimana," imbuhnya. (Mur)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved