Tol Yogyakarta Solo

Kabar Terbaru Proyek Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Solo Wilayah Klaten

Kepala Desa Kadirejo, Agus Widodo mengatakan di desa yang ia pimpin terdapat 73 bidang tanah yang menerima pembayaran UGR tol Yogyakarta-Solo.

Tayang:
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com | ALMURFI SYOFYAN
pembayaran UGR Tol Yogyakarta-Solo di Desa Kadirejo, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Selasa (24/8/2021). 

Tribunjogja.com KLATEN -- Kusdiyono warga Desa Kadirejo, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menerima pembayaran Uang Ganti Rugi (UGR) Tol Yogyakarta-Solo senilai Rp 1 miliar.

Sejumlah warga Desa Kadirejo dan Jungkare Kecamatan Karanganom, Klaten saat menandatangani berita acara pembayaran UGR tol Yogyakarta-Solo, Selasa (24/8/2021)
Sejumlah warga Desa Kadirejo dan Jungkare Kecamatan Karanganom, Klaten saat menandatangani berita acara pembayaran UGR tol Yogyakarta-Solo, Selasa (24/8/2021) (TRIBUNJOGJA/ Almurfi Syofyan)

Uang itu ia terima sebagai kompensasi, setelah lahan persawahan miliknya seluas 1.158 meter persegi digilas oleh pembangunan proyek strategis nasional (PSN) tersebut.

Rencananya, pria berusia 59 tahun itu ingin menggunakan uang pembayaran UGR tol itu untuk biaya anak-anaknya naik haji ke tanah suci.

"Nanti biarkan anak-anak yang berangkat naik haji. Insyallah nanti kita daftarkan," ucap Kusdiyono saat ditemui awak media di sela-sela pembayaran UGR tol di Desa Kadirejo, Selasa (24/8/2021).

Menurutnya, ia tetap bersyukur dengan nilai UGR yang diterima meski harga tanahnya tidak naik terlalu signifikan saat pembayaran UGR itu.

"Kita ya disyukuri aja, orang hidup harus banyak bersyukur Allah yang mengatur," katanya.

Kemudian, selain untuk membiayai anak naik haji, dirinya juga ingin membelikan anaknya sebidang tanah.

"Nanti di kasih anak biar beli tanah, kita sebagai orang tua anak tiga, ya dibelikan sawah satu-satu mereka. Walau nambah dikit ya nggak apa-apa," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kadirejo, Agus Widodo mengatakan di desa yang ia pimpin terdapat 73 bidang tanah yang menerima pembayaran UGR tol Yogyakarta-Solo.

"Lahan di desa Kadirejo sebagian besar itu persawahan, beberapa ada juga tanah kas desa namun yang cair hari ini untuk lahan persawahan milik warga, kalau tanah kas desa belum," ucapnya.

Ia mengaku, di desa itu sawah milik warga yang terdampak tol beragam, mulai dari 600 meter persegi hingga 1.200 meter persegi.

"nanti tol itu akan membelah lahan persawahan di desa kita, untuk luas sawah milik warga yang kena ada 600 sampai 1200 meter persegi," tandasnya.

Kusdiyono adalah satu dari puluhan warga pemilik tanah terdampak pembangunan jalan tol Yogyakarta-Solo di Desa Kadirejo dan Desa Jungkare, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah

Untuk Desa Kadirejo terdapat 73 bidang yang yang menerima pembayaran UGR senilai Rp 55 miliar.

Adapun di Desa Jungkare terdapat 7 bidang tanah yang menerima UGR dengan nilai Rp 8,9 miliar.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved