Breaking News:

Ada 64 Anak Kehilangan Orangtua Akibat Covid-19, Pemkot Magelang Siapkan Program Bantuan

Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang mulai mendata anak yatim piatu yang orangtuanya meninggal akibat Covid-19. Data ini akan menjadi acuan

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Kurniatul Hidayah
BAY ISMOYO / AFP
ILUSTRASI - Anggota keluarga mengunjungi makam kerabat mereka di pemakaman korban virus corona Covid-19 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, KOTA MAGELANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang mulai mendata anak yatim piatu yang orangtuanya meninggal akibat Covid-19

Data ini akan menjadi acuan rencana pemberian program bantuan untuk anak yatim piatu yang orangtuanya meninggal akibat Covid-19 tersebut.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP4KB) Kota Magelang, Khudoifah mengatakan, hingga 13 Agustus 2021, tercatat 64 anak-anak di Kota Magelang jadi yatim piatu.

Baca juga: TURUN Harga! Ini Daftar Banderol HP Samsung Tahun 2021

"Jumlah itu terbagi per kecamatan, Magelang Utara sebanyak 22 anak menjadi yatim/piatu. Kecamatan Magelang Tengah 26 anak, dan Magelang Selatan 16 anak," jelasnya, Rabu (25/08/2021).

Dia menjelaskan, masing-masing anak yatim/piatu karena dampak Covid-19 sudah didata termasuk nomor telepon pengasuh dan alamatnya secara lengkap. Nantinya, mereka akan mendapatkan bantuan dari Pemkot Magelang.

"Kami akan mengusulkan ada tambahan anggaran untuk kebutuhan permakanan, kebutuhan tambahan pengasuhan pada balita, kebutuhan pendidikan, dan kebutuhan lain-lain bagi anak-anak yang terdampak Covid-19. Tapi kami masih menunggu petunjuk dari pusat (Pemerintah Pusat)," tuturnya.

Rencana lainnya, DP4KB Kota Magelang akan berkolaborasi dengan lembaga masyarakat, forum anak, dan pemangku kepentingan lainnya, untuk menginisiasi upaya pemulihan psikososial terpadu bagi anak-anak dengan orangtua meninggal karena Covid-19.

"Untuk pendampingan sudah kami rencanakan. Namun kami harus melihat situasi dan kondisi, karena saat ini belum boleh. Nanti kalau sudah diperbolehkan kita akan jalin kerja sama dengan forum lainnya, untuk trauma healing," ucapnya.

Baca juga: Pelajar di Klaten Telah Diusulkan Masuk Target Vaksin COVID-19

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang, Joko Budiyono menuturkan, pemerintah akan membuat program dan bantuan bagi anak-anak yang menjadi yatim atau yatim piatu karena orangtua meninggal dunia terpapar Covid-19. Saat ini Dinas Sosial dan DP4KB mulai melakukan pendataan terhadap anak-anak tersebut.

"Tetapi kita harus menunggu petunjuk dari pemerintah pusat. Nantinya program ini akan diwujudkan dalam bentuk apa. Misalnya bisa beasiswa, bantuan tunai, dan lainnya. Untuk sementara kami data dulu saja," tandasnya.

Meski demikian, pihaknya memastikan bahwa pemerintah terus berupaya keras untuk mengatasi masalah sosial seperti anak-anak yang bernasib demikian. Anak-anak yang menjadi yatim piatu itu turut menjadi tanggung jawab pemerintah.

"Semuanya pasti kami pikirkan. Kami tidak ingin, anak-anak ini jadi putus sekolah, tidak produktif, dan gagal meraih cita-cita. Sebisa mungkin pemerintah akan membantu mereka, namun setelah petunjuk teknis dari pusat turun," ujarnya. (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved