Breaking News:

Timbulkan Kerumunan, Dalwas Gakkum Gunungkidul Bubarkan Pentas Wayang Kulit di Playen

Pentas wayang kulit di Balai Kalurahan Ngleri, Kapanewon Playen dibubarkan petugas Tim Pengendalian Pengawasan dan Penegakan Hukum

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Kabid Penegakan Perda Satpol-PP Gunungkidul Sugito (kanan) berdiskusi dengan panitia penyelenggara wayang kulit di Balai Kalurahan Ngleri, Playen pada Minggu (22/08/2021) malam. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pentas wayang kulit di Balai Kalurahan Ngleri, Kapanewon Playen dibubarkan petugas Tim Pengendalian Pengawasan dan Penegakan Hukum (Dalwas Gakkum) Gunungkidul pada Minggu (22/08/2021) malam. Pasalnya, kegiatan tersebut mengundang massa berdatangan.

Kepala Bidang Penegakan Perda, Satpol-PP Gunungkidul, Sugito mengungkapkan pihaknya menerima laporan adanya kegiatan tersebut pada Minggu sore. Aparat pun kemudian bergerak ke lokasi untuk mengecek.

"Saat kami datang, kegiatan sudah separuh mulai dan banyak warga yang sudah berdatangan," jelasnya saat dikonfirmasi wartawan pada Senin (23/08/2021).

Baca juga: Putus Rantai Penyebaran Covid-19, Tim Velox BIN Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Pasar Pakem

Sugito menyebut setidaknya sudah ada ratusan warga yang datang demi menonton gelaran wayang kulit. Pentas tersebut juga memicu warga dari wilayah lain berdatangan, termasuk para pedagang.

Lantaran masih dalam penerapan PPKM Level 4 dan pandemi, aparat pun berdiskusi dengan penyelenggara agar segera menghentikan acara. Penonton pun kemudian membubarkan diri.

"Acaranya ditutup oleh dalang wayang kulit, awalnya mengaku tanpa penonton, tapi ternyata tetap menarik perhatian warga," kata Sugito.

Berdasarkan pembicaraan, pentas wayang kulit digelar dengan alasan sebagai bentuk syukuran. Adapun penggagasnya merupakan warga setempat.

Sugito juga mengungkapkan bahwa Lurah Ngleri ada mengajukan permohonan izin rekomendasi ke Kapanewon Playen. Menurutnya, izin tidak diberikan, namun kegiatan justru tetap digelar di Balai Kalurahan Ngleri.

"Mengingat tidak ada izin dan juga masih PPKM, akhirnya disepakati untuk bubar," jelasnya.

Baca juga: Kecepatan Vaksinasi di Bantul Mencapai 48 ribu Suntikan Per Minggu

Terpisah, Panewu Playen Muhammad Setyawan mengklaim sama sekali tidak memberikan rekomendasi digelarnya wayang kulit tersebut. Alasannya, karena kegiatan itu berpotensi menimbulkan massa.

Ia pun menegaskan tidak akan memberikan rekomendasi izin kegiatan apapun jika ada yang mengajukan. Ia menyatakan pihaknya mengikuti kebijakan PPKM Level 4 yang ditetapkan pemerintah.

"Kami minta warga bersabar dan mematuhi aturan yang berlaku, jangan menggelar kegiatan yang menimbulkan kerumunan," kata Setyawan. (alx)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved