Bandara Kabul Penuh Warga, Tentara AS dan Pejuang Taliban Lakukan Ini

ejuang Taliban di sekitar bandara Kabul melepaskan tembakan ke udara untuk mengendalikan kerumunan

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Isaiah CAMPBELL / US MARINE CORPS / AFP
Foto Korps Marinir AS yang dirilis pada 18 Agustus 2021 menunjukkan Prajurit Angkatan Darat AS yang ditugaskan di Divisi Gunung ke-10 berjaga di Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul, Afghanistan, pada 16 Agustus 2021 

Tribunjogja.com Kabul -- Pejuang Taliban di sekitar bandara Kabul melepaskan tembakan ke udara untuk mengendalikan kerumunan orang yang berusaha masuk saat pesawat AS berusaha untuk mengangkut warga dan pengungsi keluar negara itu.

Pejuang Taliban menguasai sebagian besar Afghanistan sejak Minggu, ketika pemerintah yang didukung AS di Kabul menyerah tanpa perlawanan mengejutkan Gedung Putih dan Pentagon.

Setidaknya ada 10.000 warga AS berada di dalam dan sekitar Kabul dan Bandara Internasional Hamid Karzai (HKIA) adalah satu-satunya jalur keluar.

Video yang dirilis Reuters di akun twitter mereka mengambarkan ada warga sipil berkerumun di luar bandara dalam jumlah besar pada hari Rabu.

Seorang pejabat Taliban mengkonfirmasi kepada Reuters tembakan ke udara itu untuk membubarkan kerumunan.

"Kami tidak punya niat untuk melukai siapa pun," kata pejabat itu.

Dia menyalahkan AS dan sekutu NATO-nya atas rencana evakuasi yang kacau yang mengakibatkan banyak orang berusaha mencapai bandara.

Beberapa tentara AS yang dikerahkan ke bandara juga melepaskan tembakan ke udara semalam, tetapi tidak ada laporan korban atau cedera, kata Pentagon, Rabu.

Sekitar 4.500 tentara AS telah dikerahkan ke HKIA, kata juru bicara Pentagon John Kirby kepada wartawan.

Tanggapan Rusia

Russian President Vladimir Putin
Russian President Vladimir Putin (Alexey NIKOLSKY / Sputnik / AFP)

Presiden Rusia Vladimir Putin dikabarkan sudah berbicara dengan Presiden Iran dan Tajikistan melalui telepon.

Pembicaraan para pemimpin itu membahas perkembangan terakhir di Afghanistan yang telah jatuh ke tangan Taliban, dilansir dari Russian Today.

Situasi di Afghanistan telah menjadi "fokus utama" dari pembicaraan antara Putin dan presiden Iran Ebrahim Raisi, kata Kremlin dalam sebuah pernyataan pada Rabu (18/8/2021).

Baik Rusia dan Iran menyatakan kesiapan mereka untuk berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas di Afghanistan, tambah pernyataan itu.

Putin juga mengucapkan selamat kepada Raisi, yang baru-baru ini memenangkan pemilihan presiden di Iran.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved