Afghanistan: Apa Kata Taliban soal Kerusuhan Setelah Pendudukan Kabul?

Sebelumnya, sekelompok warga Taliban memilih untuk melarikan diri dan meninggalkan negaranya setelah Taliban menguasai Kabul, Ibu Kota Afghanistan.

Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
AFP
Pejuang Taliban dengan truk pickup bergerak di sekitar area pasar di Kabul pada 17 Agustus 2021. 

TRIBUNJOGJA.COM - Pada Kamis (19/8/2021), Taliban meminta warga Afghanistan yang menunggu di luar bandara Kabul untuk pulang ke rumah.

Sebelumnya, sekelompok warga Taliban memilih untuk melarikan diri dan meninggalkan negaranya setelah Taliban menguasai Kabul, Ibu Kota Afghanistan.

Taliban mengatakan mereka tidak ingin melukai siapa pun, meski sehari sebelumnya sejumlah pejuang Taliban menembaki pengunjuk rasa hingga menewaskan tiga orang.

Amerika Serikat dan negara Barat lainnya telah evakuasi warga negara mereka dan beberapa staf Afghanistan dari bandara pada Hari Kemerdekaan Afghanistan.

Sementara Kabul secara umum tenang sejak pasukan Taliban masuk pada hari Minggu setelah perubahan besar dalam seminggu ini di seluruh negeri.

Penumpang yang dipulangkan dari Afghanistan,turun dari pesawat RAF Airbus KC2 Voyager sesaat setelah mendarat di RAF Brize Norton, Inggris selatan,  17 Agustus 2021
Penumpang yang dipulangkan dari Afghanistan,turun dari pesawat RAF Airbus KC2 Voyager sesaat setelah mendarat di RAF Brize Norton, Inggris selatan, 17 Agustus 2021 (JUSTIN TALLIS / AFP)

Bandar udara menjadi tujuan utama hingga tercipta kekacauan ketika ratusan warga bergegas mencari jalan keluar dari ibu kota Afghanistan.

“Sebanyak 12 orang tewas di dalam dan sekitar bandara sejak Minggu,” kata seorang pejabat NATO dan Taliban dikutip Tribun Jogja dari Reuters.

“Kematian itu disebabkan baik oleh tembakan senjata atau terinjak-injak,” kata pejabat Taliban.

Ia mengimbau kepada masyarakat yang tidak memiliki hak legal untuk melakukan perjalanan pulang.

"Kami tidak ingin melukai siapa pun di bandara," kata pejabat Taliban, yang menolak disebutkan namanya.

Sekitar 8.000 orang telah diterbangkan sejak Minggu, kata seorang pejabat keamanan Barat. Militer AS bertanggung jawab atas bandara sementara pejuang Taliban berpatroli di luar tembok dan pagar pembatasnya.

Akses ke bandara diblok

Angkatan Udara AS menerbangkan ratusan warga Afghanistan dari Kabul ke Qatar pada 15 Agustus 2021
Angkatan Udara AS menerbangkan ratusan warga Afghanistan dari Kabul ke Qatar pada 15 Agustus 2021 (Chris Herbert / US Airforce / AFP)

Pada hari Rabu, saksi mata mengatakan orang-orang bersenjata Taliban mencegah orang masuk ke kompleks bandara.

"Ini benar-benar bencana. Taliban menembak ke udara, mendorong orang, memukuli mereka dengan AK-47," kata satu orang yang mencoba keluar pada Rabu.

Seorang pejabat Taliban mengatakan para komandan dan tentara telah melepaskan tembakan ke udara untuk membubarkan massa. Situasi lebih tenang pada hari Kamis, kata saksi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved