Breaking News:

Anak Jadi Yatim Piatu Terdampak COVID-19 di Klaten Bertambah Menjadi 57 Orang

Jumlah anak di bawah umur yang menjadi yatim piatu karena kedua orang tuanya meninggal dunia setelah berjuang melawan COVID-19 bertambah.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Almurfi Syofyan
Kepala Dinas Sosial dan P3AKB Klaten, M Nasir saat ditemui di Pendopo Setda Klaten, Selasa (17/8/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Jumlah anak di bawah umur yang menjadi yatim piatu karena kedua orang tuanya meninggal dunia setelah berjuang melawan COVID-19 bertambah.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos dan P3AKB) Klaten menyampaikan data terbaru jika saat ini terdapat 57 anak di bawah umur menjadi yatim piatu.

"Kemarin kan awalnya jumlahnya ada 28 anak, setelah dilakukan pendataan lanjutan sekarang ada 57 anak yang menjadi yatim piatu setelah kedua orang tuanya meninggal akibat COVID-19," ujar Kepala Dinas Sosial dan P3AKB Klaten, M Nasir saat Tribun Jogja temui di Pendapa Pemkab Klaten, Selasa (17/8/2021).

Baca juga: Kanwil Kemenkumham DIY Bebaskan 44 Narapidana di Hari Kemerdekan

Menurut Nasir, data dari puluhan anak tersebut akan segera dikirim ke masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar puluhan anak itu juga bisa mendapat bantuan.

"Jadi satu contoh misalnya terkait Dinas Pendidikan, nanti data yang kita kirimkan itu untuk mendapat biaya sekolah atau KIP-nya, kalau Dinkes isa terkait akses kesehatannya," ucap dia.

Diakui Nasir, pihaknya akan terus melakukan pendataan agar data anak yatim piatu akibat orang tuanya meninggal setelah terkena COVID-19 terus terdata.

Ia menjelaskan, dari 57 anak itu sebagian besar merupakan warga kurang mampu.

"Jadi yang kita utamakan itu adalah warga kurang mampu ini untuk program-program bantuannya," jelasnya.

Kemudian kata dia, dari puluhan anak yang jadi yatim piatu itu, juga terdapat dua anak yang mengalami dampak psikologis akibat kedua orang tuannya meninggal.

"Data saat ini ada 2 anak yang terdampak psikologis, dua anak ini masih duduk dibangku SD dan SMP," imbuh dia.

Baca juga: Peringatan Cuaca BMKG Besok Rabu 18 Agustus 2021, Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin

Selanjutnya, kata Nasir bagi anak-anak yang psikologisnya terdampak pihaknya juga sudah melakukan pertemuan dengan stake holder terkait untuk memberikan pendampingan psikologis.

Terpisah, Kapolres Klaten AKBP Eko Prasetyo mengatakan, jika pihaknya juga ikut memberikan bantuan beasiswa kepada anak-anak yang meninggal dunia akibat COVID-19 tersebut.

"Kemarin dari Polda Jawa Tengah sudah meresmikan program aku sedulurmu yang diresmikan langsung oleh Ibu Yulianti Listyo Sigit," ucapnya. (Mur)

Baca juga: Ini Waktu Sholat Dhuha, Bisa Dikerjakan Sebelum Adzan Dzuhur, Lengkap Bacaan Niat dan Doa

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved