MotoGP

Bermula dari Insiden Quartararo & Marquez, MotoGP Terapkan Hukuman Jika Manuver Pebalap Kebablasan

penerapan aturan ini juga merespons kritikan terhadap steward MotoGP yang dianggap membiarkan aksi Marc Marquez melakukan manuver agresif dua kali

Editor: Yoseph Hary W
via motociclismo.es
MotoGP 

TRIBUNJOGJA.COM - Pebalap MotoGP kini tidak diizinkan melakukan manuver yang terlalu agresif ketika balapan. Aturan Moto GP terbaru ini akan diterapkan mulai akhir pekan ini ketika seri 11 dimulai pada MotoGP Austria digelar di Sirkuit Red Bull Ring.

MotoGP telah menyiapkan peringatan hingga sanksi dan hukuman bagi pebalap yang kedapatan melanggar aturan tersebut. 

Aturan ini diterapkan menyusul insiden Fabio Quartararo yang membalap dalam kondisi tanpa pelindung dada dan retsleting terbuka pada MotoGP Catalunya.

Selain itu, penerapan aturan ini juga merespons kritikan terhadap steward MotoGP yang dianggap membiarkan aksi Marc Marquez melakukan manuver agresif dua kali yang menyenggol Aleix Espargaro di MotoGP Styria.

Marc Marquez kembali mengikuti balapan MotoGP 2021.
Marc Marquez kembali mengikuti balapan MotoGP 2021. (Twitter MotoGP)

Berangkat dari insiden yang melibatkan Marc Marquez dan secara terpisah juga dilakukan Fabio Quartararo, aturan sanksi dan hukuman bagi pebalap akan diterapkan.

Secara spesifik, MotoGP memiliki fitur baru bagi Race Direction untuk memberi notifikasi langsung lewat dasbor pembalap, dikutip Tribun Jogja dari laman bolasport.

Dua pesan dalam notifikasi tersebut adalah saat perlengkapan pembalap tidak terpasang sempurna dan ketika pembalap melakukan manuver yang dianggap terlalu agresif.

Aturan terkait perlengkapan lomba diterapkan berdasarkan hasil diskusi menyusul insiden Fabio Quartararo pada balapan MotoGP Catalunya.

Race Direction kala itu membiarkan Quartararo membalap dengan ritsleting jaket balapnya terbuka sepenuhnya dan tanpa pelat pelindung dada.

Race Director MotoGP, Mike Webb, menjelaskan bahwa situasi semacam ini memerlukan sinyal khusus.

"Saat ini tidak ada sinyal yang benar-benar pas," kata Mike Webb, dilansir dari laman resmi MotoGP.

"Kita memiliki sinyal untuk masalah teknis, diskualifikasi, dan semacamnya, tetapi setelah insiden itu kami memutuskan bahwa kami memerlukan sinyal khusus."

"Itu karena [perlengkapan pembalap] berbeda dengan masalah teknis ketika ada kebocoran oli atau bahan bakar di mana motor harus meninggalkan trek secepatnya."

Webb menjelaskan pembalap mendapat kesempatan untuk mengenakan kembali wearpacknya dengan sempurna, entah dengan melakukannya secara langsung atau kembali ke pit.

Notifikasi lain berfungsi sebagai peringatan kepada pembalap bahwa mereka akan mendapat penalti jika kembali melakukan manuver di luar batas.

Sumber: BolaSport.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved