Kabupaten Sleman
Ada 61 Kasus Kebakaran hingga Agustus di Sleman
Penyebab terjadinya kebakaran paling banyak diakibatkan oleh hubungan arus pendek atau korsleting listrik.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kasus kebakaran di Kabupaten Sleman masih cukup tinggi.
Januari hingga Agustus tercatat, sudah ada 61 kasus kebakaran.
Objek kebakaran beragam, mulai dari rumah, kios, gudang, hingga ruko.
Bahkan ada juga rumpun pohon bambu.
Adapun penyebab terjadinya kebakaran paling banyak diakibatkan oleh hubungan arus pendek atau korsleting listrik.
"Kami mengimbau kepada masyarakat, supaya colokan listrik (stop kontak) jangan digunakan dobel-dobel, karena itu bahaya," kata Kasi Ops dan investigasi, Bidang Pemadam Kebakaran Sleman, Suwandi, Selasa (10/8/2021).
Baca juga: Polisi Ungkap Penyebab Kebakaran di Kampung Serangan Yogya Karena Konsleting Listrik
Suwandi mengatakan, kebiasaan yang ada di masyarakat seringkali menggunakan stop kontak bertumpuk-tumpuk.
Satu stop kontak digunakan untuk menyalakan beragam barang elektronik.
Hal itu, menurutnya berbahaya karena dapat memicu terjadinya kebakaran.
"Nggak boleh seperti itu. Karena lama kelamaan kan gesekkan," kata Suwandi, sembari menyampaikan, dirinya baru saja pulang memadamkan api di wilayah Condongcatur.
Objek kebakaran yang terjadi di Jalan Trapesium Condongcatur itu adalah gudang distributor makanan kecil.
Penyebab kebakaran diduga dari korsleting listrik.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa nahas itu.
Kerugian ditaksir ratusan juta rupiah.
Baca juga: BREAKING NEWS : 13 Kios di Ngemplak Sleman Terbakar
Suwandi menceritakan, pihaknya mendapat telepon dari warga yang memberitahukan adanya kebakaran sekira pukul 10.00 WIB.
Mendapat informasi itu, petugas langsung datang ke lokasi.
Saat itu, api sudah berkobar cukup besar. Proses pemadaman melibatkan 10 unit armada dari Sleman, Kota Yogyakarta dan UGM.
Setelah berjibaku cukup lama, sekira pukul 15.30 WIB api berhasil dipadamkan.
Menurut Suwandi api cukup sulit dipadamkan.
"Karena banyak tumpukan makanan kecil yang mudah terbakar," kata dia.( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-kebarakan_20180801_161732.jpg)