Ini Rencana WHO Terkait Penamaan Varian-varian Baru Covid-19
WHO pertama kali menamai varian Covid-19 dengan huruf alfabet Yunani pada Mei lalu. Sejauh ini, 11 varian telah diberi nama
TRIBUNJOGJA.COM - Organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) sudah memiliki rencana terkait penyebutan atau penamaan varian-varian baru virus corona.
Potensi munculnya varian-varian baru virus corona memang telah diantisipasi oleh WHO.
Bukan tidak mungkin, akan ada nama-nama baru dari hasil mutasi Covid-19 ini.
WHO pun menyebut penamaan varian baru Covid-19 nantinya mungkin diambil dari rasi bintang.
Baca juga: Wuhan Tes Covid-19 Jutaan Warganya Dalam 5 Hari Selesai, Kerahkan 28.000 Petugas di 2.800 Lokasi
Baca juga: Peta Sebaran Kasus Baru Covid-19 Indonesia dalam 24 Jam Terakhir, Rincian Data di 34 Provinsi
Rencana itu mungkin akan dilakukan setelah penamaan dengan huruf Yunani telah digunakan semua.
Dilansir Sky News, Maria Van Kerkhove, pimpinan teknis Covid-19 WHO, juga memperingatkan bahwa varian baru yang kebal vaksin "mungkin" bisa muncul.
WHO pertama kali menamai varian Covid-19 dengan huruf alfabet Yunani pada Mei lalu.
Sejauh ini, 11 varian telah diberi nama - termasuk strain Delta, Beta dan Alpha.
Dr Maria Van Kerkhove mengatakan kepada Telegraph, WHO sedang mencari nama-nama baru jika semua 24 huruf alfabet Yunani telah habis.
Saat ini, penamaan dengan rasi bintang sedang dipertimbangkan.
Ini berarti varian virus corona dapat dinamai berdasarkan rasi bintang seperti Orion, Hydra, Crux, Pegasus, Leo dan lainnya.
Dr Van Kerkhove mengatakan: "Kami mungkin akan kehabisan alfabet Yunani, tetapi kami sudah mempertimbangkan rangkaian nama berikutnya."
"Kami sebenarnya sedang mempertimbangkan konstelasi bintang."
WHO sedang mencari proposal untuk memastikan tidak ada dirugikan dengan nama-nama itu, tambahnya.
Ia sebelumnya memperingatkan penamaan varian berdasarkan di mana mereka pertama kali diidentifikasi dapat berakibat pada "stigmatisasi" suatu negara atau tempat.
Tahun lalu, ia membuat permintaan untuk sistem penamaan baru untuk menghindari hal ini terjadi.
Sementara itu, Dr Van Kerkhove mengklaim varian baru yang dapat menghindari tindakan pencegahan seperti vaksin adalah "ancaman nyata".
Inilah sebabnya mengapa negara-negara "kritis" tidak hanya mengandalkan vaksin, tetapi juga mengandalkan segala cara untuk menurunkan transmisi, tambahnya.
Pejabat WHO itu juga memperingatkan, mutasi baru yang berbahaya lebih mungkin muncul di tempat-tempat dengan tingkat penularan yang tinggi.
Virus corona yang menyebabkan Covid-19 terus menyebar bahkan memunculkan varian-varian baru.
Varian-varian Covid-19 itu kemudian dimasukkan dalam dua kategori, yaitu Variants of Interest (VOI) dan Variants of Concern (VOC).
Apa itu VOI dan VOC dan varian apa saja yang masuk kategori tersebut?
Berikut ulasannya seperti yang dikutip dari abplive.com.
Pengertian Varian
Seiring berjalannya waktu, virus corona menyebar, bermutasi dan berubah bentuk.
Ketika virus berpindah dari satu orang ke orang lain, virus itu berubah bentuk beberapa kali.
Selama perubahan ini, virus bisa menjadi lebih berbahaya dari sebelumnya atau menjadi lebih lemah dari sebelumnya.
Sebagai analogi, ketika virus membuat fotokopinya di dalam tubuh, fotokopi yang berkali-kali akan menjadi sedikit berbeda dari yang pertama.
Ini yang disebut varian baru.
Varian tersebut dibagi menjadi dua kategori, Variants of Interest (VOI) dan Variants of Concern (VOCs).
Menurut informasi, WHO sejauh ini mencatat 12 varian dalam kategori berbeda itu.
Variant of Interest (VOI)
Rupanya, virus corona Covid-19 telah berubah bentuk lebih dari 24 ribu kali sejauh ini di seluruh dunia.
Dalam kebanyakan kasus, efeknya tidak terlalu parah atau sama sekali tidak aktif.
Namun saat suatu varian menunjukkan perubahan struktur dan sifatnya setelah mutasi, perubahan itu dianggap sebagai varian yang berbeda.
Baca juga: Wacana Malioboro Bakal Jadi Kawasan Wajib Vaksin Covid-19
Baca juga: WHO Meminta Seluruh Negara Hentikan Sementara Suntikan Booster Vaksin Covid-19, Ini Alasannya
Awalnya, varian apa pun itu dimasukkan dalam kategori Variant of Interest.
Para ilmuwan melakukan penelitian terhadap varian-varian tersebut, mengumpulkan data dan mencoba mencari tahu apakah satu varian virus tertentu berbahaya atau tidak.
Variants of Concern (VOC)
Menurut WHO, Variants of Concern adalah jenis virus yang menyebar sangat cepat, dapat meningkatkan angka kematian, mengurangi efektivitas vaksin atau menggagalkan penanganan medis sebelumnya terhadap penyakit tersebut.
Sangat penting untuk mengawasi varian jenis ini ketika virus mengubah sifat dan strukturnya.
Sejauh ini, 4 varian telah dimasukkan dalam kategori Variants of Concern, yaitu varian Alpha, Beta, Gamma dan Delta.
Sementara itu, varian Eta, Iota, Kappa dan Lambda masih dimasukkan dalam kategori Variant of Interest.
( tribunnews )
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul WHO Pertimbangkan Penamaan Varian Covid-19 Berdasarkan Rasi Bintang setelah Huruf Yunani Habis
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-penamaan-varian-baru-virus-corona.jpg)