Breaking News:

WHO Meminta Seluruh Negara Hentikan Sementara Suntikan Booster Vaksin Covid-19, Ini Alasannya

Seruan untuk menghentikan booster vaksin Covid-19 benar-benar ditekankan oleh organisasi kesehatan dunia yang berada di bawah naungan PBB itu.

Editor: Muhammad Fatoni
Istimewa
Logo World Health Organization (WHO) 

TRIBUNJOGJA.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui direktur jenderal (dirjen) Tedros Adhanom Ghebreyesus, meminta seluruh negara untuk menghentikan suntikan penguat (booster) vaksin Covid-19.

Ia menyebut, penghentian suntikan booster vaksin Covid-19 tersebut hingga setidaknya akhir September 2021.

Menurutnya, langkah itu diharapkan dapat memungkinkan setidaknya 10 persen dari populasi setiap negara divaksinasi

Seruan untuk menghentikan booster vaksin Covid-19 benar-benar ditekankan oleh organisasi kesehatan dunia yang berada di bawah naungan PBB itu.

Sebab kesenjangan antara tingkat vaksinasi di negara-negara berpenghasilan tinggi dan negara-negara berpenghasilan rendah, semakin melebar.

Baca juga: Kembali Melonjak, Kasus Covid-19 di AS Didominasi Varian Delta

Baca juga: Minta Maaf Soal Kasus Bantuan Rp 2 Triliun, Kapolda Sumsel Ajak Semua Fokus Penanggulangan Covid-19

Tedros memahami kepedulian semua pemerintah di seluruh negara untuk melindungi rakyatnya dari pandemi.

Namun, WHO tidak dapat menerima negara-negara yang telah menggunakan sebagian besar pasokan vaksin global.

"Saya memahami kepedulian semua pemerintah untuk melindungi rakyatnya dari varian Delta," kata Tedros dikutip dari CNA.

"Tetapi kami tidak dapat menerima negara-negara yang telah menggunakan sebagian besar pasokan vaksin global yang menggunakan lebih banyak lagi," tambah Tedros.

Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa Covid-19 sebagai pandemi global EPA-EFE/SALVATORE DI NOLFI
Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa Covid-19 sebagai pandemi global EPA-EFE/SALVATORE DI NOLFI (SALVATORE DI NOLFI)

Negara-negara berpenghasilan tinggi memberikan sekitar 50 dosis untuk setiap 100 orang pada bulan Mei, dan jumlah itu meningkat dua kali lipat, menurut WHO.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved