Breaking News:

Dampak Positif PPKM Level 4, BOR di RS Rujukan Covid-19 di Kulon Progo Mulai Turun

Dampak Positif PPKM Level 4, BOR di RS Rujukan Covid-19 di Kulon Progo Mulai Turun

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM / Irvan Riyadi
RSUD Wates 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 berakhir pada Senin (9/8/2021) ini.

Gugus tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Kulon Progo berharap level di kabupaten setempat mengalami penurunan. 

Wakil Bupati Kulon Progo, Fajar Gegana mengatakan gugus tugas telah melakukan berbagai upaya untuk menurunkan keterisian hunian tempat tidur atau bed occupancy rate di sejumlah rumah sakit (RS) di Kulon Progo

"Untuk tingkat bor di RS rujukan sudah mengalami penurunan. Dan penanganan Covid-19 sudah semakin terpantau dan terintegrasi. Sehingga kami berharap levelnya mengalami penurunan se-DI.Yogyakarta," kata Fajar saat ditemui, Senin (9/8/2021). 

Dengan demikian, gugus tugas selanjutnya akan melakukan evaluasi-evaluasi di sektor lainnya. 

Perlu diketahui per hari ini, persentase keterisian bangsal isolasi di RS mencapai 62,81 persen. Sementara persentase antrean di IGD mencapai 73,55 persen. 

Baca juga: BOR Rumah Sakit COVID-19 di Klaten Kembali Turun jadi 65,45 Persen

Baca juga: Update Covid-19 DIY Senin 9 Agustus 2021, Tambah 733 Pasien, Angka Kesembuhan Naik Drastis

Adapun total kapasitas sebanyak 121 tempat tidur (TT) baik di RS pemerintah maupun swasta. 

Di RSUD Wates ada 54 TT. Terdiri dari 6 bed critical yang terisi 5 TT. Dan 48 bed non critical sudah terisi 35 TT. 

Kemudian isolasi di IGD ada 5 TT dan terisi semuanya. Serta menunggu 1 antrean. 

Di RSUD Nyi Ageng Serang ada 30 bed non critical dan terisi 24 TT. Isolasi di IGD ada 7 TT dan terisi 6 TT. 

Serta di RS Swasta ada kapasitas isolasi 37 TT terisi 11 TT. Kemudian di IGD ada 10 TT telah terisi 1 TT. 

Selain di rumah sakit, gugus tugas telah menyedian tempat isolasi terpusat (isoter) di Rusunawa Giripeni yang terdiri dari lima lantai. 

Namun yang sudah siap dioperasikan saat ini di lantai 2 sampai 4 dengan kapasitas 72 TT. 

Rusunawa tersebut diperuntukkan bagi pasien yang terpapar Covid-19 dengan gejala ringan mengarah ke sedang. 

Sehingga diharapkan dapat mengurangi kematian pasien Covid-19 yang sebelumnya menjalani isolasi mandiri (isoman). (Tribunjogja/Sri Cahyani Putri)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved