Jawa
Kunjungan Pariwisata di Kabupaten Magelang Diperkirakan Turun hingga 82 Persen
Penurunan jumlah wisatawan dipengaruhi adanya pandemi ditambah kebijakan masa pembatasan PPKM.
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang memperkirakan jumlah kunjungan wisata hingga Juli 2021 turun hingga 82 persen.
Kepala Disparpora Kabupaten Magelang, Slamet Ahmad Husein menuturkan, penurunan jumlah wisatawan dipengaruhi adanya pandemi ditambah kebijakan masa pembatasan PPKM.
"Jadi, tahun 2021 memang masa yang sulit untuk sektor wisata. Selain adanya pandemi turut dipengaruhi kebijakan PPKM juga. Di mana, selama PPKM seluruh kegiatan wisata ditutup dan memfokuskan pada penanganan Covid-19,"jelasnya kepada Tribunjogja.com, pada Minggu (08/08/2021).
Ia menambahkan, target kunjungan wisata di Kabupaten Magelang pada 2021 pun diperkirakan ikut diturunkan.
Baca juga: Pelaku Wisata di Kabupaten Magelang Dapat Suntikan Melalui Vaksinasi Merdeka Candi
Mengingat daya wisata selama masa pandemi sangat terdampak bahkan tak bergerak.
"Pada 2020 saja, jumlah kunjungan hanya mencapai 1,4 juta, jauh sekali dari target. Sedangkan, pada 2021 kami belum menerima angka target kunjungan wisatawan tetapi dipastikan juga menurun. Saat ini, pemerintah memfokuskan pada penanganan Covid-19," ujarnya.
Sementara itu, untuk membantu para wisatawan yang terdampak selama pandemi dan masa pembatasan.
Pihaknya pun, mengeluarkan beberapa kebijakan berupa program bantuan hingga pelatihan.
"Untuk membantu para pelaku wisata, kami berikan bantuan insentif serta pelatihan. Karena, kami ingin setelah pandemi ini berakhir, pelaku wisata menjadi salah satu sektor yang paling cepat bangkit," urainya.
Penangggungjawab serta pengelola wisata Nepal Van Java, Lilik Setyawan menuturkan, jumlah kunjungan turun hingga 50 persen bila dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi.
Biasanya kunjungan wisata di sini (Nepal Van Java) bisa mencapai 20 ribu per hari, sekarang setengahnya saja tidak sampai.
Baca juga: Pelaku Wisata Terdampak PPKM Darurat Terima Paket Bansos dari Polres Magelang
Apalagi, masa PPKM sama sekali tidak menerima kunjungan," tuturnya
Menurutnya, agar pelaku wisata bisa tetap bertahan dalam kondisi yang serba sulit.
Pemerintah tidak hanya memberikan bantuan berupa uang atau sembako.
Namun, memberikan pembekalan pelatihan serta stimulus untuk mempercepat masa pemulihan.
"Kalau hanya bantuan sosial berupa uang atau sembako nampaknya kurang cukup. Harus didorong dengan pelatihan-pelatihan yang bisa berguna saat dibukanya destinasi wisata kembali. Serta, stimulus-stimulus yang bisa mempercepat masa recovery," imbuhnya. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/nepal-van-java-magelang-dibuka-lagi.jpg)