Tribun Musik

Honest Pineapple Gandeng Mastering Engineer Asal Jerman di Single Keduanya

SEUSAI merilis single pertama bertajuk 'Simulakra' pada akhir 2020, Honest Pineapple merilis lagi karya kedua mereka,'Solace' pada Juli 2021 lalu.

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Agus Wahyu
istimewa
Honest Pineapple 

TRIBUNJOGJA.COM - Seusai merilis single pertama bertajuk 'Simulakra' pada akhir 2020, Honest Pineapple merilis lagi karya kedua mereka,'Solace' pada Juli 2021 lalu. Band yang berisi Karunia Saputra Hidayat (vokal dan gitar) dan M Ananda Alifiarry (gitar) ini ingin menumpahkan keresahan generasi muda yang masih sulit mewujudkan impiannya melalui single keduanya, Solace.

"Aku punya mimpi untuk menjadi musisi. Tapi, ada kalanya realita tak sejalan keinginan. Kondisi ekonomi, mental, tanggung jawab, dan hambatan lain sering memaksa untuk menyerah dan hidup mengikuti arus," kata Karunia.

Namun, menurut Karunia, rasa penasaran akan impian itu bakal selalu menghantui. "Bagaimana jika ternyata kita bisa menciptakan pilihan sendiri, yakni hidup ‘realistis’ sembari mengejar mimpi?," ucap Karunia.

"Apakah tak apa-apa jika terpuruk berkali-kali? Apakah menyerah dan adalah jawabannya? Kalau direnungkan lagi, semuanya bermuara pada dua hal: pasrah atau bangkit lagi," lanjut penulis lirik Solace ini.

Pemikiran itu sejalan makna Solace yang sesungguhnya, yakni adanya penghiburan, kekuatan, sekaligus secuil kenyamanan di saat sulit. Berbicara komposisi musik, Solace tak se-kompleks single sebelumnya.

Honest Pineapple, kali ini, menyajikan warna yang lebih terang; dengan tetap didominasi riff gitar yang progresi akornya lebih ringan. "Isian gitar dibuat repetitif dan se-catchy mungkin agar pendengar tak cepat jenuh dan ingin terus mengulang lagu ini," kata Nanda yang merangkap sebagai produser.

"Part gitar Karunia diarahkan untuk lebih banyak strumming ketimbang memainkan banyak notasi," sambung Nanda.

Dalam proses rekamannya, Honest Pineapple mengikutsertakan Fuad Rahardyan (drum), Zico Zikri (bass), dan Riga Pratama (backing vocal). Adapun part bass di lagu ini secara khusus ditulis Reynaldo Daniel.

Hampir seluruh track instrumen Solace direkam di studio pribadi Nanda, Squarehead Lab Studio. Satu-satunya yang direkam di tempat lain ialah drum, tepatnya di JAS (Jogja Audio School).

Proses mixing dikerjakan Nanda secara independen. Nanda kemudian mempercayai tahap mastering kepada Marcel James, Mastering Engineer yang berdomisili di Mainz, Jerman.

James adalah engineer yang menangani mastering beberapa lagu dari artis kenamaan di Indonesia di antaranya RAN, Hindia, Feast, dan Glaskaca. "Sempat bingung memilih mastering engineer. Namun, itu semua terjawab setelah mendiskusikannya bersama Karunia. Kebutuhan warna dan bunyi lagu ini pada akhirnya sesuai dengan yang diharapkan," tutup Nanda. (han)

Baca Tribun Jogja edisi Minggu 8 Agustus 2021 halaman 04.

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved