Breaking News:

Terkendala Alat, PMI Klaten Belum Bisa Layani Donor Plasma Konvalesen

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah belum bisa melayani donor plasma konvalesen karena belum memiliki alat yang digunakan

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Almurfi Syofyan
Seorang warga mendonorkan darahnya di Markas PMI Klaten, Jumat (6/8/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah belum bisa melayani donor plasma konvalesen karena belum memiliki alat yang digunakan untuk donor.

Meski demikian, dalam satu hari ada saja warga Klaten yang meminta donor plasma konvalesen ke PMI Klaten.

"Untuk donor plasma konvalesen kita memang belum bisa produksi dikarenakan kita itu belum punya alatnya," ujar Kepala Bagian (Kabag) Pelayanan PMI Klaten, Wiwik Purwanti saat Tribun Jogja temui di kantornya, Jumat (6/8/2021).

Baca juga: Menko Luhut Tegaskan Malioboro Bakal Jadi Kawasan Wajib Vaksin COVID-19

Menurut Wiwik, harga alat untuk pengambilan plasma konvalesen dari penyintas COVID-19 tersebut mencapai Rp1,5 miliar.

"Harga alatnya itu sekitar Rp750 juta, kalau komplit dengan alat pendingin dan pengencer dan semuanya komplit itu bisa sampai Rp1,5 miliar," ucapnya.

Menurutnya, selama ini jika ada permintaan donor plasma konvalesen pihaknya akan berkoordinasi dengan PMI Solo.

Sebab, untuk saat ini, pengambilan plasma konvalesen di PMI, baru bisa di lakukan di PMI Solo, PMI Semarang dan PMI Banyumas.

Ia mengatakan, dalam sehari selalu ada warga yang meminta donor plasma konvalesen tersebut. Namun untuk jumlahnya terbilang tidak menentu.

Ketua PMI Klaten, Purwanto Anggono Cipto, membenarkan jika PMI Klaten belum bisa melayani pendonor plasma konvalesen.

"Untuk pendonor kita belum ada karena kita belum punya alatnya. Kalau PMI yang ada alatnya di Solo, Semarang dan Banyumas," ujar dia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved