Ebrahim Raisi Resmi Menjadi Presiden Iran

Ebrahim Raisi resmi menjadi Presiden Iran menggantikan Hassan Rouhani.

Editor: Hari Susmayanti
AP/ VAHID SALEMI
Presiden Iran terpilih Ebrahim Raisi melambaikan tangan kepada para pendukungnya usai konferensi pers di Tehran, Iran, Senin, 21 Juni 2021. 

TRIBUNJOGJA.COM, TEHERAN - Ebrahim Raisi resmi menjadi Presiden Iran menggantikan Hassan Rouhani.

Ulama syiah garis keras tersebut dilantik menjadi Presiden Iran pada Kamis (5/8/2021) kemarin.

Seusai dilantik menjadi Presiden Iran, Raisi langsung menyampaikan pidato pertamanya di depan parlemen.

Raisi menyatakan akan mendukung setiap rencana diplomatik yang bertujuan untuk mencabut sanksi.

"Rakyat Iran mengharapkan pemerintah baru untuk meningkatkan pendapatan mereka. Semua sanksi ilegal AS terhadap bangsa Iran harus dicabut," tutur Raisi seperti yang dikutip Tribunjogja.com dari Kompas.com dalam artikel berjudul "Ebrahim Raisi Resmi Jadi Presiden Iran, Bersumpah Cabut Sanksi AS".

Pria berusia 60 tahun itu dekat dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan disebut-sebut sebagai calon penggantinya.

Sebelumnya, Raisi dibanjiri dikritik atas catatan hak asasi manusianya.

Banyak pihak menuduhnya terlibat dalam eksekusi ribuan tahanan politik pada 1988.

Washington juga menjatuhkan sanksi pada Raisi pada 2019 karena dugaan pelanggaran hak asasi manusia.

Sementara itu, negosiasi untuk menghidupkan lagi kesepakatan nuklir Iran belum menunjukkan perkembangan yang berarti.

Baca juga: Turunkan Alutsista Kelas Berat, Iran Gelar Latihan Perang Besar-besaran di Laut Kaspia

Bahkan, pembicaraan telah ditunda selama beberapa pekan.

Ekonomi yang babak belur membuat rakyat Iran merasa tidak puas terhadap pemerintah.

Merekalah yang paling terdampak akibat melonjaknya harga kebutuhan pokok.

Sementara itu, Iran juga menyalahkan sanksi AS atas kekurangan obat-obatan yang akut di dalam negerinya.

Di samping krisis ekonomi, Iran masih berjuang melawan pandemi virus corona.

Iran merupakan negara di kawasan Timur Tengah yang paling terdampak pandemi Covid-19.

Iran juga telah diguncang oleh gelombang aksi protes di barat daya. Sebagian aksi protes tersebut dipicu oleh kekurangan air yang parah. (*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved