Breaking News:

Pengelola Jogja Zoo Exotariu Mengaku Sudah Megap-Megap

Pengelola Jogja Exotarium menggelar aksi damai dengan melepas satwa peliharaannya dari kandang dan mengumbarnya di lapangan.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Agus Wahyu
TRIBUN JOGJA/AHMAD SYARIFUDIN
CARI MAKAN - Pengelola mini zoo Jogja Exotarium, melepaskan satwa peliharaannya di lapangan Puspowarni, Mlati, Sleman, Rabu (4/8/2021). Hal ini sebagai bentuk protes kepada pemerintah karena PPKM terus diperpanjang dan membuat mereka tak bisa memberi makan satwanya. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN – Pengelola Jogja Exotarium menggelar aksi damai dengan melepas satwa peliharaannya dari kandang dan mengumbarnya di lapangan. Hal ini sebagai bentuk protes atas kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dari pemerintah.

Kebijakan itu tak pelak melumpuhkan sektor pariwisata, karena diharuskan tutup operasi sementara waktu. Kondisi ini pun membuat pengelola objek wisata berkonsep kebun binatang mini yang terletak di Sendangadi, Mlati ini tak bisa berkutik dan tidak ada pemasukan. Padahal, biaya operasional hingga ongkos pakan satwa setiap bulan tak bisa dibilang sedikit.

Pemilik Jogja Exotarium, Akbar Taruna mengungkapkan, satwa-satwa itu dilepaskan ke lapangan agar bisa mencari pakan sendiri. "Ini untuk mengurangi beban kami, karena karyawan biasa mengarit rumput. Sekarang sebagian karyawan diliburkan, maka (satwa) harus mencari makan sendiri," kata dia di sela aksi di lapangan Puspowarni, Rabu (4/8/2021).

Kendati demikian, satwa yang telah dilepaskan akan dikembalikan lagi ke kandang setiap sore dan diberi pakan konsentrat agar fisiknya tetap terjaga. Tempat dengan total luasan lahan 9 hektare ini memiliki koleksi 350 satwa, berupa iguana, ular, musang, kambing, kura-kura, ayam kalkun, hingga kuda. Menurut Akbar, biaya pakan satwa setiap bulan mencapai Rp35 juta. Jika ditambah upah untuk 60 karyawan, dibutuhkan dana operasional sekitar Rp100 juta tiap bulan.

Aturan PPKM dirasakannya sangat berat. Ia berniat menggelar aksi protes lagi jika PPKM terus diperpanjang. "Sebulan mungkin kami masih bisa bertahan, tapi kalau diperpanjang terus tentu merasa keberatan. Kami sudah megap-megap. Karena itu, kami mohon kepada pemerintah agar (PPKM) tidak diperpanjang," kata Akbar,

Selama 1,5 tahun pandemi corona, pihaknya sudah jungkir balik mencoba bertahan, mengandalkan donasi dan bahkan menjual sebagian aset. Masa new normal yang dulu digaungkan pemerintah sempat membawa sedikit harapan.

Meski belum untung, Jogja Exotarium bisa beroperasi tanpa harus meminta bantuan pihak luar. Namun, semua harapan kembali kandas, seiring diberlakukannya PPKM darurat dan terus diperpanjang dengan pembatasan level 4 hingga kini. Ia berharap PPKM tidak diperpanjang dan tempat wisata diberi kelonggaran buka.

Ia siap mengedepankan protokol kesehatan ketat. "Jika dibolehkan buka, ada pengunjung, satwa kami bisa makan," kata Akbar. (rif)

Baca selengkapnya Tribun Jogja edisi Kamis 5 Agustus 2021 halaman 04

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved