Breaking News:

BOR COVID-19 Gunungkidul di Kisaran 82 Persen, Pasokan Oksigen Diklaim Aman

Meski masih bersifat fluktuatif, dinamika kasus COVID-19 di Kabupaten Gunungkidul kini mulai cenderung melandai. Kondisi ini pun berpengaruh pada

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Almurfi Syofyan
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Meski masih bersifat fluktuatif, dinamika kasus COVID-19 di Kabupaten Gunungkidul kini mulai cenderung melandai.

Kondisi ini pun berpengaruh pada tingkat keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) hingga kebutuhan oksigen.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Dewi Irawaty menyampaikan jika saat ini BOR penanganan COVID-19 di Gunungkidul stabil di kisaran 80 persen.

Baca juga: Sebanyak 84 Ribu Keluarga di Sleman Terima Bansos Beras 10 Kilogram 

"Sekarang ini sekitar 82 persen," kata Dewi lewat pesan singkat, Selasa (03/08/2021) petang.

Berdasarkan data terakhir yang disampaikan, Gunungkidul kini memiliki 152 unit bed penanganan COVID-19. Jumlah ini tersebar di rumah sakit pemerintah dan swasta, di mana RSUD Wonosari mendominasi sebanyak 79 unit.

Dewi juga mengklaim ketersediaan oksigen bagi pasien COVID-19 bergejala saat ini masih tetap aman. Menurutnya, RS swasta yang ikut membantu penanganan terus berupaya agar kebutuhan oksigen tetap terpenuhi.

"Sampai saat ini (pasokan oksigen) masih bisa berjalan," ujar Dewi.

Merujuk data terbaru hari ini, Gunungkidul kembali mencatatkan sebanyak 224 kasus baru konfirmasi positif COVID-19. 13 di antaranya meninggal dunia dan ada 180 kasus sembuh baru.

Secara kumulatif, Gunungkidul mencatatkan 14.809 kasus konfirmasi positif. Sebanyak 2.141 kasus dalam perawatan dan isolasi mandiri (isoman) dan sudah ada 790 kasus meninggal dunia.

Baca juga: PPKM Level 4 Kembali Diperpanjang, Bupati Klaten Sri Mulyani: Pemerintah Daerah Selalu Siap

"Sampai hari ini sudah ada 11.878 kasus sembuh," kata Dewi.

Selain di RS dan isoman, pasien COVID-19 Gunungkidul juga mendapatkan perawatan di shelter. Salah satunya berada di Kalurahan Petir, Kapanewon Rongkop.

Kepala Seksi Perlindungan Jaminan Sosial, Dinas Sosial Gunungkidul, Suyatin mengatakan pemantauan pasien dilakukan oleh petugas puskesmas setempat. Namun untuk oksigen, pasien tetap dirujuk ke RS.

"Pasien yang mengalami sesak napas dan butuh oksigen akan langsung dirujuk ke RS untuk ditangani lebih lanjut," jelas Suyatin. (alx)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved