Erupsi Gunung Merapi
Pagi Ini Gunung Merapi Muntahkan Tiga Kali Guguran Lava Pijar Sejauh 1,2 Km ke Barat Daya
Pagi Ini Gunung Merapi Muntahkan Tiga Kali Guguran Lava Pijar Sejauh 1,2 Km ke Barat Daya
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar sebanyak tiga kali ke arah barat daya selama periode pengamatan Senin (2/8/2021).
Adapun jarak luncur maksimal adalah 1200 meter.
Secara meteorologi, cuaca cerah dan berawan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara dan barat.
Suhu udara 11.5-19.2 °C, kelembaban udara 66-86 %, dan tekanan udara 628.1-719.4 mmHg.
Gunung jelas. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 100 m di atas puncak kawah.
Dikutip Tribunjogja.com dari BPPTKG Yogyakarta, gempa guguran tercatat sebanyak 29 kali. Amplitudo 3-12 mm dengan durasi 14,7-113,8 detik.
Hembusan berjumlah 8 kali dengan amplitudo 3-6 mm berdurasi 13,5-32,7 detik.
Gempa hybrid atau fase banyak terjadi sejumlah 69 kali dengan amplitudo 3-24 mm, S-P 0,2-0,9 detik berdurasi 5,1-9,6 detik.
Gempa vulkanik dangkal berjumlah 21 kali dengan amplitudo 30-75 mm berdurasi 7,5-22,6 detik.
Baca juga: UPDATE Gunung Merapi 1 Agustus 2021, Luncurkan 2 Kali Guguran Lava Pijar Selama 6 Jam Terakhir
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor tenggara-barat daya.
Cakupan potensi bahaya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.
Sedangkan, lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Masyarakat diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.
Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.
Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (Tribunjogja/Ardhike Indah)