Breaking News:

Lumpur Gas Kawah Siglagah Dieng

Kawah Siglagah Dieng Semburkan Lumpur dan Gas

Kawah Siglagah di kawasan Dieng, di Dusun Rejosari, Desa Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang mengeluarkan semburan lumpur.

Editor: Agus Wahyu
stimewa/PVMBG
Aktivitas kawah Siglagah Dieng. 

TRIBUNJOGJA.COM, BATANG - Kawah Siglagah di kawasan Dieng, di Dusun Rejosari, Desa Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang mengeluarkan semburan lumpur, Jumat dan Sabtu (30-31/7/2021). Warga diminta menjauhi area kawah lantaran potensi kawah menyemburkan lumpur dan gas masih tinggi.

"Kawah Siglagah berada kurang lebih 200 meter dari pemukiman warga," kata Aziz, petugas Pos Pengamatan Gunung Api Dieng, Senin (2/8/2021).

Berdasarkan rilis resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, pada Jumat akhir pekan lalu Kawah Siglagah sempat menyemburkan lumpur. Pusat semburan berada di salah satu rekahan di area Kawah Siglagah yang berada di tebing sebuah bukit.

Semburan lumpur terjadi di sekitar kawah dengan radius kurang dari 10 meter dari sumber semburan. Material semburan dominan berupa lumpur. Suara semburan yang mirip suara dentuman lemah sesekali terdengar hingga jarak 100 meter dari sumber semburan.

Data pengamatan dan pemeriksaan kawah Siglagah di lapangan mencatat, pada bulan Juli 2021, teramati terjadi embusan gas berwarna putih tipis hingga tebal. Tekanan gas yang menyembur terasa lemah hingga kuat dengan tinggi kolom hembusan gas 10–30 meter.

Pada Sabtu (31/7/2021), saat terjadi semburan lumpur, terdengar suara dentuman lemah hingga sedang. Semburan lumpur sepanjang 10 meter ke arah utara dengan tinggi kurang lebih 1-3 meter.

Untuk aktivitas kegempaan, rekaman kegempaan tercatat terjadi sejak 1 Juli hingga 30 Juli 2021, terdiri dari gempa tektonik jauh sebanyak 12 kali, tektonik lokal sebanyak 34 kali, dan vulkanik dalam (VA) sebanyak 12 kali.
Analisis PVMBG, semburan yang terjadi pada Jumat (30/7/2021) di Kawah Siglagah tidak didahului kenaikan gempa-gempa vulkanik yang signifikan.

Ini menandakan, tidak adanya suplai magma ke permukaan. Semburan yang terjadi lebih diakibatkan over pressure (kelebihan tekanan) dan aktivitas permukaan.

Untuk potensi bahaya, melihat sifat dan karakteristik kawah–kawah yang ada di Kompleks Gunung Dieng, potensi erupsi freatik di Kawah Siglagah masih bisa terjadi tanpa didahului peningkatan aktivitas, baik visual maupun kegempaan.

Tetapi, pasca kejadian semburan lumpur, secara visual maupun instrumental, tidak teramati gejala yang mengindikasikan perubahan sifat erupsi ataupun peningkatan potensi ancaman bahaya di Kawah Siglagah. Tingkat aktivitas Gunung Dieng ditetapkan pada Level I (normal).

Dalam tingkat aktivitas Level I (bormal), masyarakat diimbau agar tidak mendekati dan beraktivitas di sekitar area Kawah Siglagah untuk menghindari ancaman semburan lumpur dan gas vulkanik konsentrasi tinggi yang dapat membahayakan jiwa. (Tribunbanyumas)

Baca Tribun Jogja edisi Selasa 3 Agustus 2021 halaman 06.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved