Breaking News:

PSS Sleman

Eks Pemain PSS Sleman Borong Barang Lelang PSS for Humanity

Beberapa waktu lalu PSS Sleman menggelar sebuah kegiatan kemanusiaan dengan tajuk PSS for Humanity. Program tersebut dibuat oleh manajemen untuk

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
Dok PSS
Kahudi Wahyu 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Beberapa waktu lalu PSS Sleman menggelar sebuah kegiatan kemanusiaan dengan tajuk PSS for Humanity. 

Program tersebut dibuat oleh manajemen untuk membantu penanganan Covid-19 khususnya di DI Yogyakarta.

Dalam program itu salah satunya adalah pelelangan koleksi pribadi tim dan pemain PSS Sleman, semisal jersey, sarung tangan dan sepatu.

Mengetahui program itu, Eks pemain PSS Sleman, Kahudi Wahyu memborong empat item lelang sekaligus dengan penawaran harga yang fantastis.

Baca juga: Pameran Tunggal Iwan Suastika Reflection in Period, Perpaduan Masa Kini dan Imajinasi

Saat ini Kahudi merupakan CEO dari Maguwoharjo Football Park, perusahaan yang menjalankan bisnis sewa lapangan, dan peduli terhadap perkembangan pemain muda.

MFP adalah satu mimpi yang berhasil direalisasikan oleh Kahudi dan tim untuk membangun fasilitas olahraga sepakbola yang bisa dinikmati oleh semua orang. 

Di sana Kahudi membuat fasilitas berupa lapangan mini soccer, guest house dan cafe di dalam area MFP.

Untuk itu, empat item yang diborong oleh Kahudi merupakan item milik para pemain muda PSS Sleman, antara lain jersey milik Wahyu Boli, Ifan Nanda, Adi Satryo dan sarung tangan kiper Miswar Saputra.

Menurut pesepak bola tahun 1998-2000 an, hal ini adalah bentuk apresiasi dan dukungan dari dirinya dan Maguwoharjo Football Park untuk prestasi anak-anak muda dunia sepakbola profesional.

“Latar belakang pembangunan MFP ini karena kami memang concern kepada Youth Development yang mana itu adalah masalah utama sepakbola Indonesia,” kata, Kahudi Wahyu.

Baca juga: Bansos Dipercepat, Ini Sederet Bantuan yang Bergulir di Bantul 

Keikutsertaan dalam program PSS for Humanity ingin menunjukkan MFP sangat peduli dengan pembinaan pesepakbola usia muda, khususnya di Sleman. 

Kini, Kahudi tengah membangun lapangan sepakbola dan gym untuk menunjang aktivitas yang dilakukan secara terpusat di area MFP. Ia berharap keseriusannya dalam mendukung kemajuan sepakbola usia muda ini dapat ditiru oleh lebih banyak orang lagi.

“Semoga ini juga bisa memicu banyak kalangan termasuk pemerintah ataupun pelaku industri sepakbola untuk sama-sama peduli pesepakbola usia muda. Supaya ketika di top levelnya sudah menjadi pemain yang berkualitas,” bebernya. (tsf)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved