Warga Pringgokusuman Dapat Beras Bantuan 10 Kilogram
Sejumlah kantor kelurahan di Kota Yogyakarta dipadati masyarakat mengantre untuk mengambil bantuan PKH dan BST.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Warga Kota Yogyakarta kini sedikit bisa bernapas lega karena bantuan sosial yang dinanti-nanti sudah dapat dinikmati. Sejumlah kantor kelurahan di Kota Yogyakarta dipadati masyarakat mengantre untuk mengambil bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sosial Tunai (BST), Kamis (29/7/2021).
Pantauan Tribun Jogja di kantor Kelurahan Pringgokusuman, Gedongtengen, Kota Yogyakarta, warga mengantre untuk mengambil paket bantuan tersebut. Lurah Pringgokusuman, Eni Purwati, mengatakan, ada sebanyak 896 Kepala Keluarga (KK) yang terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari skema bantuan PKH dan BST oleh pemerintah pusat.
"Ini merupakan bantuan beras dan BST. Datanya dari Kemensos itu di kami ada 896 paket. Jadi kami kerjasama dengan PT Pos untuk distribusinya," katanya.
Pihak kelurahan sejauh ini sudah memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait penyaluran bantuan tersebut. Ia berharap bantuan PKH dan BST itu dapat dimanfaatkan dengan baik dan bisa tepat sasaran.
"Meski kami akui ada beberapa sedikit persoalan. Tapi ya itu kan datanya dari Kemensos. Mudah-mudahan ini bisa tepat sasaran," terang dia.
Ia menambahkan, untuk satu warga mendapat 10 kilogram beras. Dia menjelaskan, Kelurahan Pringgokusuman menjadi yang terbanyak karena total beras yang disalurkan sebanyak 8,9 ton.
"Karena KPM di Pringgokusuman ini yang terbanyak se Kota Jogja. Per KK dapat 10 Kilogram dan totalnya ada 8,9 ton beras," terang dia
Petugas Pendamping PKH, Yunan Adriyanto, menambahkan, semenjak pandemi berlangsung diakui untuk proses sosialisasi penyaluran bantuan sedikit terkendala. Beruntung usai PPKM Darurat ini berlalu, bantuan dari Kemensos dapat tersalurkan dan hari ini wajib diselesaikan.
Ia mengakui kebijakan PPKM Darurat membuat perekonomian masyarakat terganggung, sehingga hal itu menjadi penghambat target graduasi peserta KPH yang sudah dianggap mandiri. "Tentu sangat berpengaruh, target kami dulu jamannya pak mantan Mensos Juliari dikatakan graduasi KPM harus tercapai 10 persen. Dan dengan kondisi ekonomi sekarang ini sangat sulit," pungkasnya. (hda)
Selengkapnya baca Tribun Jogja edisi Jumat 30 Juli 2021 halaman 05.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/warga-kelurahan-pringgokusuman-terima-bantuan-beras-dari-kemenso.jpg)