Breaking News:

Selepas Olimpiade Tokyo 2020, Arif Dwi Pangestu Fokus Bela DI Yogyakarta di PON XX Papua

Atlet panahan asal DI Yogyakarta yang membela Tanah Air di Olimpiade Tokyo 2020, Jepang, Arif Dwi Pangestu tak bisa lagi melanjutkan pertandingan

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
istimewa
Arif Dwi Pangestu seusai bertanding lawan US di kualifikasi Olimpiade Tokyo, Sabtu (19/6/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM - Atlet panahan asal DI Yogyakarta yang membela Tanah Air di Olimpiade Tokyo 2020, Jepang, Arif Dwi Pangestu tak bisa lagi melanjutkan pertandingan setelah kalah di babak penyisihan pada nomor perorangan recurve putra, Selasa (27/7/2021).

Bermain di Yumenoshima Final Field, Jepang, membuat langkah Arif harus terhenti setelah mengalami kekalahan telak dari wakil Jerman, Florian Unruh dengan skor telak 2-6.

Pemanah berusia 17 tahun itu di set pertama sempat terseok-seok, anak panah yang dilesatkannya tak ada yang menemui sasaran 10 poin. Sementara pihak oposisi tampil sangat meyakinkan dengan meraih poin 10,9,9. Arif pun tertinggal dengan skor 28-24.

Baca juga: BPBD Kabupaten Magelang Siapkan 90 Tangki Air Bersih untuk Antisipasi Musim Kemarau

Meski di babak selanjutnya Arif mulai bangkit dan menuntaskan laga dengan menyamai kedudukan, namun harus kembali tertinggal di babak ketiga. Saat itu angin bertiup cukup kencang sehingga membuat panah Arif kembali tak menemui sasaran nilai sempurna.

Arif mengakui kekalahannya dari Unruh, sebagai salah satu atlet panahan terbaik dunia. Perlu dicatat, Unruh saat ini menempati posisi 10 pemanah terbaik dunia, bahkan pada tahun 2015 ia sempat mencicipi posisi ketiga di nomor recurve putra.

Statistik juga mencatat kemenangan atlet Jerman berusia 28 tahun itu mencapai 66 persen. Otomatis pertandingan yang telah dilewatinya sudah lebih banyak dari Arif.

Pengalaman itu pun akan Arif jadikan sebagai bahan evaluasi untuk menghadapi kejuaraan selanjutnya, dan terdekat ia akan membela DIY di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua bulan Oktober 2021 mendatang.

"Tentu saja ini jadi pengalaman sekaligus pembelajaran buat saya, karena ini baru kali pertama bertanding dengan salah satu atlet atlet top dunia, bukan lagi Asia," kata Arif saat mengirim pesan kepada Tribun Jogja dari Tokyo, Rabu (28/7/2021).

Sesampainya di Indonesia nanti Arif telah membawa pekerjaan rumah untuk membenahi kekurangannya membaca arah angin, mengelola emosinya menurutnya masih cukup tergesa-gesa, supaya hal itu tak lagi menjadi mimpi buruknya di kejuaraan lain.

Sebelumnya Arif juga sempat bertanding di nomor beregu putra bersama Riau Ega Agatha, dan Aliviyanto Bagas. Namun langkah mereka juga harus terhenti di babak 16 besar.

Baca juga: Selama PPKM, Akad Nikah di Kulon Progo Menyesuaikan Kajian Hukum Pernikahan dan Kesehatan

Kini Arif akan berfokus untuk menatap PON XX Papua yang menyisakan waktu dua bulan. Namun untuk saat ini dirinya belum mengetahui kapan dapat bergabung dengan puslatda PON DIY karena masih berada di Tokyo.

Harapannya pelajar SMA 1 Sewon, Kabupaten Bantul ini ingin segera pulang dan bergabung untuk mempersiapkan kejuaraan selanjutnya sebagai langkah lebih serius untuk menjadi lebih baik.

Pelatih panahan DIY, Budi Widayanto berharap sekembalinya ke DIY, Arif tetap menjadi pribadi yang rendah hati dan dapat menjadi contoh bagi rekan-rekannya di tim 

"Arif ini masih punya waktu yang panjang, di umurnya sekarang 17 tahun sudah sangat membanggakan. Saya berharap Arif bisa terus menjaga dan meningkatkan prestasinya, tetap santun dan rendah hati seperti yang saya kenal selama ini," kata Budi. (tsf)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved