Breaking News:

Selama PPKM, Akad Nikah di Kulon Progo Menyesuaikan Kajian Hukum Pernikahan dan Kesehatan

Pelaksanaan akad nikah selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4 di Kabupaten Kulon Progo menyesuaikan dengan kajian

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kulonprogo 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pelaksanaan akad nikah selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4 di Kabupaten Kulon Progo menyesuaikan dengan kajian dari sisi hukum pernikahan dan kesehatan. 

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo, Wahib Jamil mengatakan apabila kedua kajian itu terpenuhi maka prosesi akad nikah bisa digelar. 

Sesuai dengan Surat Edaran (SE) Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, prosesi akad nikah selama PPKM bisa dilaksanakan di KUA kapanewon atau rumah yang dihadiri maksimal enam orang. 

Baca juga: Persiapkan Wisma Wanagama Sebagai Shelter, Pemkab Gunungkidul Butuh 54 Nakes

Serta calon pengantin, wali nikah dan dua orang saksi dalam kondisi sehat dibuktikan dengan hasil negatif swab antigen yang berlaku 1×24 jam sebelum pelaksanaan akad nikah.

Namun apabila saat pelaksanaan diketahui calon pengantin ada yang positif Covid-19 maka pelaksanaannya akan dikoordinasikan dengan gugus tugas setempat.

Selain itu pihak keluarga dan KUA setempat juga akan melakukan kesepakatan. 

Pertama, pernikahan ditunda lebih dulu. Penundaan ini merupakan pilihan yang paling aman dan tepat. 

Kedua, prosesi akad nikah tetap digelar dengan memperhatikan kedua kajian tersebut.

Semisal pengantin perempuan harus menjalani isolasi karena positif Covid-19 maka bisa dilakukan dengan mewakilkan dan menyampaikan yang bersangkutan setuju. 

Baca juga: Pelaku Usaha di Kota Yogyakarta Dinilai Tertib Menjalankan Aturan Maksimal Waktu Makan 20 Menit

"Dari sisi hukum pernikahan ketidakhadiran calon pengantin perempuan diperbolehkan. Sedangkan bila yang positif Covid-19 calon pengantin pria maka yang bersangkutan mewakilkan untuk menerima kabulnya kepada orang yang tidak positif Covid-19. Bisa ayahnya maupun keluarganya," terangnya, Rabu (28/7/2021). 

Sedangkan bila kedua kajian tidak terpenuhi, maka KUA berhak menolak untuk tidak melaksanakan prosesi akad nikah. 

Selama PPKM, KUA yang ada di Kulon Progo bisa melayani 1-2 prosesi akad nikah dalam sehari. Dengan rentang 1-2 jam per akad nikah. Serta menyesuaikan dengan petugas yang melayani. (scp) 

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved