Kabupaten Sleman

Pemkab Sleman Tetap Sekat Jalan dan Matikan Lampu Penerangan Jalan Umum dan Selama PPKM Level 4

Lampu penerangan jalan umum bakal dimatikan setiap malam agar masyarakat membatasi mobilitas yang tidak penting dan ikut menekan penyebaran Covid-19.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
Tribun Jogja
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 hingga 2 Agustus 2021 nanti, Pemerintah Kabupaten Sleman akan tetap melakukan penyekatan jalan.

Tidak hanya itu, lampu penerangan jalan umum (PJU) bakal dimatikan setiap malam agar masyarakat mau membatasi mobilitas yang tidak penting dan ikut menekan penyebaran virus corona.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman, Harda Kiswaya membenarkan penyekatan masih akan dilakukan di sejumlah titik lalu lintas di Kabupaten Sleman.

Pantauan Tribunjogja.com, sejumlah ruas yang disekat adalah Jalan Kaliurang dan Jalan Gejayan.

Baca juga: Ini Aturan PPKM Level 4 di Kabupaten Sleman, Pedagang Kaki Lima Boleh Buka hingga Pukul 20.00 WIB

Sekda mengklaim penyekatan itu menurunkan angka mobilitas hingga 53 persen.

“Kalau ditanya titik mana saja yang akan disekat, saya tidak mau membocorkan. Biar warga merasa malas keluar dan mengurangi mobilitas yang tidak penting,” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (28/7/2021).

Harda menambahkan, dalam PPKM Level 4 ini, fokus utamanya adalah menghilangkan kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Sebab, dengan kerumunan, virus corona bisa dengan mudah berpindah dari satu orang ke orang lain.

“Lampu PJU itu setiap malam juga akan dimatikan sampai pukul 00.00 WIB. Kami tidak bermaksud mematikan orang usaha, tapi setidaknya jika PJU mati, maka kegiatan kerumunan akan berkurang,” bebernya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Joko Hastaryo mengatakan, adanya PPKM Level 4 ini diklaim menurunkan kasus Covid-19.

Baca juga: Kabupaten Sleman, Bantul dan Kota Jogja Masuk Ketegori PPKM Level 4

Dia mengatakan, dari minggu pertama hingga keempat PPKM, kasus Covid-19 di Sleman menurun sedikit demi sedikit.

Pada minggu pertama, ada 3.074 kasus dan minggu kedua turun menjadi 2.345 kasus.

Kemudian, di minggu ketiga, pasien terjangkit Covid-19 turun lagi menjadi 2.345 orang dan menjelang akhir minggu ke empat baru 1900 kasus.

“Melihat tren ini kasus mingguan Covid-19 di Sleman terus menurun. Ada korelasi positif antara adanya pembatasan aktivitas, mobilitas dan mengurangi kerumunan,” kata Joko.

Dia memproyeksikan, apabila masyarakat mematuhi protokol kesehatan (prokes) dan mengurangi mobilitas tidak penting, maka kasus akan terus turun. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved