Breaking News:

Kepala BNPB Klaim PPKM Sudah Efektif Meski Faktanya Kasus Positif Covid-19 di DIY Tinggi

Alasan PPKM darurat dan level 4 cukup efektif menangani Covid-19, menurutnya, pemerintah memiliki data update sejak 18 Mei 2021 sampai dengan saat ini

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA/MIFTAHUL HUDA
Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito bersama Sekda DIY tinjau kantor BPBD DIY, Selasa (27/7/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Meski angka kasus positif Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih tinggi, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Ganip Warsito mengklaim Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dan Level 4 cukup efektif.

Sebagaimana update harian kasus positif Covid-19 di DIY pada Selasa (27/7/2021) sore mencatat terjadi penambahan kasus positif sebanyak 2.732.

Padahal kebijakan PPKM terbaru yakni PPKM Level 4 baru sepekan setelah PPKM Darurat berakhir 20 Juli lalu.

"Sudah, sudah efektif maka kami evaluasi terus," katanya, disela-sela agenda pemberian sejumlah bantuan di kantor BPBD DIY, Selasa (27/7/2021)

Alasan PPKM darurat dan level 4 cukup efektif menangani Covid-19, menurutnya, pemerintah memiliki data update sejak 18 Mei 2021 sampai dengan saat ini.

Dikatakan Ganip sejak 18 Mei lalu lonjakan terus meningkat, dan menemui puncaknya pada 16 Juli 2021.

"Memang 18 Mei terjadi lonjakan terus. Puncaknya 16 Juli kemarin, tapi ini mulai turun," terang dia.

Dasar keberhasilan PPKM itu dijelaskan bahwa substansi dari kebijakan PPKM oleh pemerintah yakni berupa pembatasan kegiatan masyarakat, serta pembatasan mobilitas supaya tidak terjadi penularan yang masif.

"Dan intinya pengendalian. Memang dikatakan Presiden ini keputusan pemerintah yang berat, tapi kami harus menjaga itu semua. Semoga menunjukan trend yang lebih baik," tutur Ganip.

Ganip menegaskan pemerintah tidak dapat memanipulasi data, dan dikatakan olehnya mobilitas saat ini sudah mengalami penurunan.

"Kami tidak bisa memanipulasi data, ini sudah ada penurunan. Kita tetap harus berhati-hati, tetap harus melakukan pembatasan. Nanti akan terus menerus dievaluasi," tegasnya.

Saat disinggung jumlah testing yang menurun, Ganip mengatakan bahwa sesuai perintah Presiden Joko Widodo, testing dan tracing akan dikoordinasikan oleh Panglima TNI.

"Ini saya datang juga untuk mengecek pelaksanaan petugas-petugasnya. Mulai dari pemberitahuan lab, notifikasi ke puskesmas, puskesmas melakukan wawancara kemudian ke tracing digital terus tracing digital wawancara ke kontak erat melalui komunikasi hp. Kalau tidak terlacak melalui tracing lapangan. Ini dilakukan dengan masif nantinya," tutup Ganip.

(*/hda/ Tribun Jogja )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved