Breaking News:

Yogyakarta

Banyak Warga Meninggal Saat Isoman, TRC BPBD DIY Usulkan Pemerintah Buat RS Infeksius Covid-19

TRC BPBD DIY mendesak supaya Pemda DIY melakukan pengadaan rumah sakit yang khusus bagi pasien infeksius dengan kapasitas 400 sampai 500 bed.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
who.int
Berita Update Corona di Daerah Istimewa Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY meminta pemerintah DIY segera menambah selter isolasi mandiri hingga ke tingkat Dusun.

Tujuannya supaya memudahkan pemantauan kesehatan terhadap pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi.

Selain itu, mereka juga berharap DIY segera memiliki rumah sakit khusus pasien yang terpapar Covid-19 di luar rumah sakit rujukan.

"Kami mengusulkan Selter harus diperbanyak, dipercepat hingga ke tingkat dusun. Karena kalau terlokal di satu tempat enak untuk mengawasinya," kata Wakil Komandan TRC BPBD DIY Indrayanto, Minggu (25/7/2021).

Baca juga: Kabar Sedih dari Yogyakarta, Sudah 13 Dokter Meninggal di DIY Selama Pandemi Covid-19

Alasan muncul usulan itu lantaran berdasarkan pengalamannya, para anggota TRC BPBD DIY kesulitan ketika harus menghadapi masyarakat yang masih tidak setuju apabila seseorang dinyatakan positif Covid-19 atau merasa diri telah dicovidkan.

Sehingga ketika orang tersebut akan dijemput petugas mereka menolak, dan tak jarang harus terjadi keributan.

"Jadi diparani petugas nesu (dijemput petugas malah marah-red) merasa tidak apa-apa. Ini yang perlu diedukasi bersama-bersama bahwa Covid-19 itu butuh penanganan serius," jelasnya.

Sementara terhadap pasien Covid-19 yang kondisinya terdiagnosa penyakit penyerta dan hanya menjalani isoman di rumah, menurut Indra jika itu tidak ada intervensi kesehatan maka kondisinya semakin buruk dan dapat pula berujung pada kematian.

Demikian pula dengan pasien Covid-19 yang bergejala sedang juga menurut dia tidak boleh dianggap remeh, karena itu cukup sulit diagnosanya.

"Yang gejala sedang itu kadang sulit diagnosanya. Pasien masih bisa aktivitas, tapi dia merasakan berat di tubuh, itu bisa dimasukkan ke rumah sakit. Mudah-mudahan DIY punya rumah sakit seperti itu," terang dia.

Baca juga: UPDATE Covid-19 DI Yogyakarta 24 Juli 2021: Tambah 1.628 Kasus, 87 Pasien Dilaporkan Meninggal

Beberapa rekomendasi dari TRC BPBD DIY kepada pemerintah DIY sudah dibicarakan, namun hingga kini Indra menilai pemerintah belum dapat merealisasikan.

Pertama, TRC BPBD DIY mendesak supaya pemerintah DIY melakukan pengadaan rumah sakit yang khusus bagi pasien infeksius dengan kapasitas 400 sampai 500 bed.

"Kami usul itu entah di JEC atau di mana, sehingga yang tidak terlayani di rumah sakit rujukan bisa digeser ke situ," tegasnya.

Kedua, mereka meminta aktivasi puskesmas selaku pelayananan pertama pasien Covid-19 dapat beroperasi selama 24 jam.

"Kedua aktivasi emergency puskesmas 24 jam. Yang ketiga ya kalau ada yang homecare ya itu tadi supaya terpusat," terang dia. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved