Breaking News:

Kapolda Jateng Diminta Bentuk Tim Cyber Anti Kelaparan

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ahmad Luthfi menyerahkan bantuan beras melalui pesantren Syubbanul Wathon Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Rabu (21/7/2021).

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Agus Wahyu
Tribunjogja/Nanda Sagita Ginting
Bansos PPKM - Penyerahan bantuan secara simbolis oleh Kapolda Jateng kepada Pengelola Pesantren Syubbanul Wathon, Magelang, Rabu (21/7/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ahmad Luthfi menyerahkan bantuan beras melalui pesantren Syubbanul Wathon Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Rabu (21/7/2021). Adapun beras yang diberikan sebanyak 7,5 ton beserta paket sembako yang nantinya juga akan dibagikan kepada masyarakat.

Tim Inspektur Pengawas Daerah (Irwasda) Polda Jateng, Kombes Pol Mashudi menuturkan, bantuan yang diberikan diperuntukkan bagi masyarakat yang terkena dampak pandemi Covid-19 serta Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

"Ada sebanyak 385 ton beras yang disiapkan untuk membantu masyarakat. Sebanyak 250 ton beras telah disalurkan," jelas Kombes Pol Mashudi.

Melalui bantuan tersebut, diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terhimpit keadaan karena adanya pembatasan mobilitas. "Tentu, kami harapkan melalui bantuan ini bisa menghibur dan meringankan beban masyarakat ketika pandemi ini", tuturnya.

Sementara itu, pemilik Yayasan Pesantren Syubbanul Wathon Tegalrejo, Gus Yusuf berterima kasih atas kepedulian pihak Polda Jawa Tengah kepada mayarakat. "Terima kasih atas amanahnya serta dipercaya menyalurkan bantuan ini, semoga bisa diberi kesehatan," ujarnya.

Sementara itu, ia pun mengusulkan kepada Kapolda Jateng untuk membentuk tugas khusus atau cyber anti kelaparan. Nantinya petugas ini bisa bertugas untuk memantau kondisi masyarakat terutama terkait ketahanan pangan.

"Kami harapkan sekali ada kelompok khsusus seperti ini. Karena, banyak sekali masyarakat yang kelaparan akibat tak terdata selama pandemi hingga PPKM Darurat terutama yang tidak terdaftar BLT (Bantuan Langsung Tunai).

Tentu perlu penanganan yang ekstra, terutama penduduk yang berada di kota"terangnya. (ndg)

Selengkapnya baca Tribun Jogja edisi Kamis 22 Juli 2021 halaman 06.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved