BREAKING NEWS : Duka dari Bantul, Seorang Nakes RSUD Panembahan Senopati Gugur Terpapar Covid-19
BREAKING NEWS : Duka dari Bantul, Seorang Nakes RSUD Panembahan Senopati Meninggal Terpapar Covid-19
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
Sebab, hingga saat ini kasus penularan Covid-19 masih cukup tinggi.
Bahkan rumah sakit rujukan sudah banyak yang overload sehingga tidak semua warga yang terpapar Covid-19 dengan gejala tidak bisa mendapatkan layanan rumah sakit.
Dikutip Tribunjogja.com dari Tribunjateng.com dalam artikel berjudul "IDI Khawatir Sektor Kesehatan Kolaps, 545 Dokter Meninggal karena Covid-19" Ketua Pelaksana Harian Mitigasi PB IDI, Mahesa Paranadipa dalam konferensi pers yang digelar secara virtual pada Minggu (18/7/2021) mengatakan tingginyan kasus kematian dokter di Indonesia bisa mengancam layanan kesehatan.
"Jadi total kematian dokter telah mencapai 545 orang," kata dia.
Dia menyebut, banyaknya dokter yang meninggal terpapar Covid-19 ini berpotensi menyebabkan layanan kesehatan kolaps.
Sebab, dari jumlah dokter yang meninggal terpapar Covid-19 sebanyak 545 orang, 114 di antaranya gugur pada bulan Juli ini.
Jumlah itu naik lebih dari 100 persen angka kematian dokter pada Juni.
Mahesa menyatakan layanan rumah sakit (RS) di beberapa wilayah bahkan sudah runtuh secara fungsional (functional collapse).
"Tim mitigasi dari data-data dokter memang kami mengkhawatirkan kita masuk ke potensi functional collaps, kalau melihat kematian dokter per Juli ini angkanya melebihi 100 persen dari Juni lalu, sebanyak 114 sejawat dokter," kata Mahesa.
"Ini data-data yang dilaporkan, jadi belum (termasuk) data-data yang belum dilaporkan. Sehingga angka kematian dokter di angka 545 sejawat yang wafat," imbuh dia.
"Untuk spesialiasi dokter yang wafat masih paling banyak dokter umum, diikuti spesialis kandungan, penyakit dalam, dokter bedah, dan anestesi. Memang pneumonologi tidak sebanyak yang lain tapi tetap menempati 7 besar," terang dia.
IDI turut mencatat data per 18 Juli 2021 ada 7.392 perawat yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan 445 perawat telah meninggal.
Selanjutnya ada 42 apoteker yang terjangkit Covid-19, 223 bidan, dan 25 tenaga laboratorium yang juga terjangkit virus Corona.
Mahesa menerangkan kondisi para dokter saat ini terus dipantau oleh IDI. Sebab mereka adalah tulang punggung dari penanganan corona.
Saat ini, ia mengakui apabila banyak nakes yang tak berujung fatal karena sudah divaksinasi.