Ganjar Merasa Tidak Tega

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun mengaku tidak tega melihat kenyataan ini.

Editor: ribut raharjo
istimewa
Gubernur Ganjar Pranowo menyapa dan memberikan semangat warga yang melakukan isolasi mandiri dan penerapan program jogo tonggo di Ngandagan RT 05/03, Desa Wirun, Kutoarjo, Purworejo, Kamis (1/6). Sebelumnya sebanyak 25 rumah di kampung tersebut menjalani isolasi mandiri karena terpapar Covid-19. 

TRIBUNJOGJA.COM, SEMARANG - Banyak pedagang kecil menjerit kala PPKM Darurat diberlakukan.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun mengaku tidak tega melihat kenyataan ini.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo angkat bicara terkait rencana pemerintah pusat memperpanjang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Menurutnya, jika kebijakan itu akan diperpanjang diharapkan dapat dilakukan pendekatan lebih lunak.

Sebab, ia merasa tidak tega dengan kondisi yang dialami para pedagang kecil.

Seperti misalnya, pedagang pecel di trotoar yang terpaksa harus tutup karena terdampak kebijakan itu.

"Aku ya ora tegel (saya tidak tega), bagaimana ada orang jualan pecel, yang duduk di situ teman-teman ojol, tukang becak. Kan kasihan, mereka ndak bisa kalau beli makanan kemudian di makan di tempat lain. Kan mereka orang yang kerjanya keliling," jelasnya, Senin (19/7/2021).

Oleh karena itu, ia mengusulkan agar PPKM Darurat yang nantinya diperpanjang bisa lebih manusiawi dan memikirkan dampak yang ditimbulkan.

Adapun usulannya, warung dan restoran tetap diperbolehkan melayani makan di tempat dengan catatan harus taat protokol kesehatan.

"Boleh saja warung melayani makan di tempat, asal taat prokes. Kalau melanggar dikasih peringatan, ngeyel ya ditutup. Tapi makannya bisa diatur, itu menurut saya lebih soft," jelasnya.

"Kalau mereka jualan di trotoar misalnya, ya sudah makan di situ dikasih jarak dengan gambar silang-silang. Menurut saya itu kompromi yang bagus," sambungnya.

Tapi jika ada pengunjung yang abai dengan protokol kesehatan, tempat usahanya bisa langsung ditutup.

"Jadi itu sebenarnya cara-cara yang bisa dilakukan kalau mau diperpanjang. Karena jeritan masyarakat itu berat," katanya.

Namun demikian, ketika pemerintah memaksakan PPKM Darurat dijalankan dengan pola yang sama seperti sekarang, maka solusinya harus melakukan pendataan dan menyiapkan bantuan kepada masyarakat agar tetap bisa di rumah dengan nyaman.

Pasalnya, jika hal itu tidak dilakukan maka bagi masyarakat sangat berat untuk bisa menerimanya.

"Masyarakat terlalu berat. Kalau PPKM Darurat diperpanjang dengan pola yang sama seperti ini, masyarakat berat. Maka saya minta kita harus mendengarkan suara masyarakat," kata Ganjar.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Banyak Pedagang Kecil Terdampak PPKM Darurat, Ganjar: Saya Tidak Tega"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved