Terkendala Kebutuhan Nakes, Rumah Sakit Darurat Kabupaten Sleman Belum Dibuka
Rumah Sakit (RS) Darurat di Kabupaten Sleman untuk menampung pasien Covid-19 yang rencananya dibuka pada 12 Juli 2021 lalu, hingga kini belum dioperas
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Rumah Sakit (RS) Darurat di Kabupaten Sleman untuk menampung pasien Covid-19 yang rencananya dibuka pada 12 Juli 2021 lalu, hingga kini belum dioperasikan.
Menurut dr Tunggul Birowo, Calon Kepala RS Darurat Covid-19, rencananya RS akan dibuka besok, Sabtu (17/7/2021).
Meski begitu, Tunggul mengakui masih ada banyak kebutuhan yang harus dipenuhi sebelum RS Darurat benar-benar difungsikan.
Baca juga: Buka Lowongan Relawan Penanganan COVID-19, Karang Taruna Kota Yogyakarta Rekrut 40 Personel
“Kami masih kesulitan untuk mencukupi oksigen. Rencananya besok Sabtu ini kami segera operasikan RS Darurat,” kata Tunggul ketika dihubungi Tribun Jogja, Jumat (16/7/2021).
Selain kekurangan tabung oksigen, RS Darurat Sleman yang ditempatkan di RS Medika Respati, Jalan Raya Tajem, Maguwoharjo, Depok, Sleman itu juga masih membutuhkan tenaga kesehatan (nakes) yang cukup banyak.
“Nakes masih kurang,” tambahnya lagi.
Diketahui, operasional RS Darurat ini membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) sejumlah 65 orang.
Rinciannya, 5 dokter, 1 apoteker, 24 perawat, 5 tenaga teknis farmasi, 3 ahli teknologi laboratorium medik, 1 radiografer, 6 perekam medis, 1 teknisi elektromedik, 11 cleaning servis, 4 pengemudi, dan 5 petugas pemulasaraan jenazah.
“Awalnya ada 4 orang yang daftar jadi perawat, tambahannya paling 1-2 orang saja,” ucap Tunggul.
Dia mengungkapkan, pihaknya sudah bekerja sama dengan sejumlah institusi yang menghasilkan nakes profesional namun belum bisa terpenuhi.
Sebab, pada saat ini, pihak RS lain, terutama yang rujukan juga membutuhkan lebih banyak nakes seiring dengan pertambahan tempat tidur pasien Covid-19.
Sementara, untuk posisi petugas pemulasaraan jenazah dan cleaning service sudah terisi.
Untuk tahap awal, bed yang disiapkan di RS Darurat sebanyak 50. Tidak tertutup kemungkinan jumlahnya akan ditambah jika kasus positif terus meningkat.
Baca juga: Pemkot Magelang Keluarkan Aturan Terkait Salat Idul Adha dan Kurban Masa PPKM Darurat
Adapun kapasitas total rumah sakit ini sebanyak 200 bed.
RS Darurat ini nantinya diperuntukkan pasien Covid-19 bergejala sedang. Masing-masing bed akan dilengkapi satu unit tabung oksigen.
Sedangkan untuk pembiayaan pasien dipastikan gratis.
Pemkab Sleman bakal klaim ke Kementerian Kesehatan melalui faskes pengampu yang ditunjuk yakni RSUD Prambanan. (Ard)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-sleman_20180731_185753.jpg)