Breaking News:

Pemkot Magelang Keluarkan Aturan Terkait Salat Idul Adha dan Kurban Masa PPKM Darurat 

Pemerintah Kota Magelang memastikan pemotongan hewan kurban di wilayahnya dilaksanakan dengan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 dengan

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Magelang 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, KOTA MAGELANG - Pemerintah Kota Magelang memastikan pemotongan hewan kurban di wilayahnya dilaksanakan dengan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 dengan ketat.

Hal ini mengingat Hari Raya Idul Adha 1442 H/2021 masih dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. 

Pelaksanaan salat Idul Adha maupun pemotongan hewan di tengah pandemi di Kota Magelang mengacu pada Surat Edaran (SE) Menteri Agama, SE Wali Kota Magelang nomor 433.5/196/112 tentang PPKM Darurat dan SE Kepala Kementerian Agama Kota Magelang nomor 325/KK.11.30/1/HM.00/07/2021 tentang Ketentuan Penyembelihan Hewan Qurban Tahun 1442H/2021 di Wilayah Kota Magelang.

Baca juga: Dampak Baik PPKM Darurat, Kualitas Udara Kota Yogyakarta Membaik

Kepala Kantor Kemenag Kota Magelang Sofia Nur menyampaikan, mengacu regulasi tersebut, maka pemotongan hewan kurban dapat dilakukan di rumah pemotongan hewan (RPH) atau di luar RPH dengan menerapkan prokes ekstra ketat. 

Penyembelihan hewan kurban juga dapat dilaksanakan di 3 hari Tasyrik, yakni tanggal 11, atau 12, atau 13 Dzulhijah 1442H di wilayah Kecamatan Magelang Utara, Magelang Tengah dan Magelang Selatan. Adapun 3 hari Tasyrik tersebut jatuh pada 21, 22, dan 23 Juli 2021. 

"Ketentuan ini telah disepakati dalam rapat koordinasi Kemenag Kota Magelang, Bagian Kesra Setda Kota Magelang, dan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Magelang serta instansi terkait,"jelasnya Jumat (16/07/2021).

Ia menambahkan, Panitia penyembelihan kurban dapat melaksanakan penyembelihan hewan kurban di 3 hari tasyrik itu dengan syarat menerapkan prokes ekstra ketat.

Sebelum penyembelihan, panitia Kurban masing-masing kecamatan harus mendaftar secara daring ke Kemenag Kota Magelang melalui aplikasi Googleform yang telah disediakan. 

Baca juga: Pagebluk Covid-19, Manajemen Krisis dan Hikmah Sejarah

"Panitia kurban dapat melakukan langkah-langkah koordinasi kepanitiaan untuk menentukan hari-hari Tasyrik pelaksanaan kegiatannya. Mereka yang telah terdaftar diwadahi tersendiri melalui grup WA Kurban/tiap Kecamatan," terangnya. 

Ia melanjutkan, pihaknya dibantu Satgas Penanganan Covid-19, TNI dan Polri, akan monitoring ke tempat ibadah dan mendata jumlah hewan qurban agar kegiatan hari raya Idul Adha sesuai dengan ketentuan. 

Sementara itu,  untuk kegiatan salat dan takbir dilaksanakan di rumah. Adapun di masjid dan musholla cukup oleh Nadin (seorang yang menyuarakan takbir). 

"Kemudian tidak ada salat berjamaah di masjid atau di tempat lapang. Iduladha di rumah saja," tambahnya. (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved